Senin, 11 Mei 2026

Republik Slowakia Tawarkan Kerja Sama Kelola Sampah di Tangerang Selatan

Republik Slowakia Tawarkan Kerja Sama Kelola Sampah di Tangerang Selatan Menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

Tayang:
Istimewa
Republik Slowakia Tawarkan Kerja Sama Kelola Sampah di Tangerang Selatan Menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). 

Penanganan sampah di Kota Tangerang Selatan digarap semakin serius. Salah satunya membangun kerja sama dengan negara lain untuk mewujudkan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

Salah satu negara yang tertarik untuk mengelola sampah di Tangsel adalah Republik Slowakia atau Slovakia.

Dubes RI untuk Slowakia, Adiyatwidi Adiwoso menjelaskan jika setiap daerah memiliki permasalahannya sendiri. Di mana penyelesainnya terkadang membutuhkan kerja sama antara dua belah pihak.

Widi menerangkan negara di benua Eropa itu tertarik untuk ikut berpartisipasi dalam proses penyelesaian masalah sampah di Tangsel.

”Apalagi, saya juga merupakan salah satu warga Tangsel. Jadi saya tergerak juga untuk ikut berpartisipasi menyelesaikan masalah sampah di Tangsel,” ujarnya, Jumat (18/10/2019).

Untuk kembali meyakinkan Pemkot Tangsel, Widi juga beberapakali menjalin kerja sama dengan beberapa pihak termasuk pihak swasta.

Slowakia sendiri memiliki ketertarikan khusus mengenai pelestarian lingkungan. Sehingga dia memastikan kerja sama dalam menyelesaikan sampah di Kota Tangsel itu juga tidak akan merusak lingkungan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel Toto Sudarto menyampaikan bahwa pihaknya semakin fokus untuk menyelesaikan sampah tanpa dampak dan tetap bisa melestarikan lingkungannya. Atau diberi nama dengan PLTSA.

”Jadi seperti yang disampaikan, bahwa sampah perhari di Kota Tangsel adalah 972 ton per hari. Melalui perhitungan itu, Pemkot Tangsel mengestimasi anggaran sebesar USD126 juta, dengan waktu pengerjaan selama dua tahun yang dimulai dari 2020 mendatang,” ucap Toto.

Toto mengatakan dari anggaran yang disediakan, pengelolaan sampah Waste Energy ini nantinya akan berjalan selama 20 tahun.

”Jadi estimasi manfaat programnya oprasional selama 20 tahun. Pengelolaan sampah mencapai 800 ton per hari dengan pengeluaran tenaga listrik mencapai 10 sampai 15 giga watt," katanya.

Sementara itu Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie menyebut bahwa Tangsel memiliki keberagaman bentuk demografi. Sehingga dalam membentuk regulasi dibutuhkan pembahasan yang matang agar tidak merugikan sebagian masyarakatnya.

”Tangsel memiliki beberapa kelebihan. Salah satunya adalah, memiliki jumlah penduduk sebanyak 1,6 juta jiwa,” ujarnya.

Benyamin menerangkan bahwa jumlah tersebut akan terus bertambah mengingat Tangsel merupakan kota penyangga bagi pusat perekonomian Indonesia di Jakarta.

Benyamin sendiri menyambut baik dengan adanya tawaran kerjasama bersama Slowakia. Sehingga dia menyampaikan bahwa beragam upaya sudah dilakukan oleh pemerintah.

"Termasuk menyediakan bank sampah yang tersebar di seluruh kelurahan yang ada di Kota Tangsel," katanya.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved