Breaking News:

Sosial

KPAD Kabupaten Bekasi: Remaja Kecanduan Gim Sebaiknya Dirawat di RS Jiwa

Mereka yang kecanduan gim pada gawai itu dipisahkan dari pasien gangguan jiwa lainnya.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor:
Warta Kota/Muhammad Azzam
Yayasan Al Fajar Berseri, Tambun Selatan. 

"Jadi cuma biasa saja, diam saja. Makan juga bisa. Cuma kalau ada hape nih, langsung direbut, diambil, dimainin. Misal ada hape di-charge, langsung direbut. Ini karena mereka sudah terlalu ketergantungan dengan hape dan gim," kata Marsan, Jumat (18/10/2019).

Ketika dua remaja itu dibawa pihak keluarga ke panti rehabilitasi itu, kondisi mereka sudah cukup parah.

Keluarga menyebut, mereka sudah sangat berlebihan dalam menggunakan ponsel.

Bahkan, kata Marsan, mereka mengoperasikan gawai dari sejak bangun tidur hingga menjelang tidur kembali.

Viral Iwan Gangguan Jiwa karena Kecanduan Game, LSM Ini Membantahnya

Ketergantungan itu bahkan mengganggu kehidupan nyata mereka.

Tidak jarang mereka pun bolos sekolah.

"Buat makan saja mereka lupa. Lebih parah lagi, kalau dilarang mereka mulai emosional. Bahkan berani melawan orangtua kalau dilarang," ujarnya.

Marsan menuturkan, pihak yayasan sudah banyak menerima pasien gangguan jiwa akibat kecanduan gim.

Pasien lain asal Medan berinisal WH (16) yang mengalami hal serupa.

Terpengaruh Gawai, Generasi Muda Rendah Literasi dan Jarang Baca Buku

Beberapa waktu lalu  pihak yayasanjuga pernah merawat remaja yang mengalami kecanduan bermain gim Play Stastion.

"Para mereka yang kecanduan gim pada gawai itu, kita pisahkan dari pasien gangguan jiwa lainnya. Kita pakai sejumlah teknik pengobatan, kita terapi agar anak itu jauh dari gawai," jelas dia tanpa merinci terapi pengobatannya tersebut.

Marsan mengingatkan agar para orangtua jangan mudah memberikan gawai kepada anaknya.

Harus diterapkan aturan ketat jangan dibiarkan bebas begitu saja tanpa ada batas waktu.

"Jangan anggap ini remeh ya, ini nyata kecanduan gim, kecanduan gadget bisa bikin anak alami gangguan jiwa. Buktinya mengapa ada dua orang yang tinggal di sini sekarang," kata dia.

Orang tua juga harus paham, kata Marsan, di dalam gawai itu mengandung magnet yang bisa merusak otak.

"Jangan mudah berikan anak hape, kalau mau main gim dikasih batas waktu jangan seharian. Jangan ambil gampang, biar anteng anaknya dikasih hape. Ajak bermain aktifitas di luar rumah," ujarnya. 

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved