Breaking News:

Kabinet Jokowi

Ini Alasan Wishnutama Dinilai Layak Masuk Kabinet Jokowi Jilid II

Ini Alasan Wishnutama Dinilai Layak Masuk Kabinet Jokowi Jilid II. Simak selengkapnya dalam berita ini.

Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Instagram/wishnutama
Wishnutama pendiri NET TV 

KABINET Jokowi jilid II menjadi perbincangan menarik. 

Apalagi seputar isu akan masuknya nama tokoh-tokoh muda kabinet Jokowi-Maruf.

Anggota Senate Indonesia Marketing Association, Fritzs Simandjuntak, mengatakan, tokoh-tokoh muda yang memiliki prinsip result oriented dalam etos kerjanya dinilai layak berada di kabinet pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Nadiem Makarim Dinilai Mampu Jadi Eksekutor Mumpuni di Kabinet Jokowi-Maruf

Sudah 40 Terduga Teroris Diringkus Densus 88, Polisi dan Tempat Ibadah Jadi Target Serangan

Menurut Fritz, hal itu amat diperlukan di tengah kementerian-kementerian strategis yang mayoritas bermuara pada proses oriented.

"Jika bicara siapa tokoh muda yang punya kemampuan untuk itu, saya melihat ada pada diri, Wishnutama. Mengapa? Track record dirinya sebagai seorang profesional di industri media televisi yang langsung terlihat hasil nyata dari pekerjaan yang dilakukan, membuktikan dirinya sangat result oriented. Sukses penyelenggaraan upacara pembukaan dan penutupan Asian GAmes 2018, dan bagaimana efektifitas kampanye terbuka yang dilakukan Jokowi saat Pilpres lalu, pantas diapresiasi tinggi," jelas Fritz, jumat (18/10/2019).

3 Menteri Berkinerja Terbaik Hasil Survei dan Patut Dipertahankan di Kabinet Jokowi, Siapa Mereka?

Menurut Fritzs, kreatifitas dan kemampuan manajerial pria yang bernama lengkap Wishnutama Kusubandio itu, menjadi kredit poin tersendiri, terutama jika dipercaya untuk menangani ekonomi kreatif.

"Bidang pariwisata sebagai sumber devisa non migas Indonesia masih memiliki banyak potensi yang perlu dikembangkan. Terobosan-terobosan untuk menaikkan nilai tambah pariwisata Indonesia secara ekonomi hanya bisa dihasilkan oleh tokoh-tokoh muda yang kreatif, penuh inovatif, dan orientasi pada hasil yang langsung nyata dirasakan," tambahnya.

Sudah 40 Terduga Teroris Diringkus Densus 88, Polisi dan Tempat Ibadah Jadi Target Serangan

Meski mengakui kesuksesan beberapa tokoh muda sebagai enterpreuner, namun Fritzs tetap menyarankan agar prinsip kehati-hatian tetap diutamakan dalam memilih enterpreuner sebagai anggota kabinet. Hal tersebut terkait dengan santernya nama Nadiem Makarim, CEO Gojek Indonesia sebagai kandidat menteri.

Fritzs mencontohkan, saat mantan PM Malaysia, Najib Razak memilih beberapa tokoh muda yang lulusan luar negeri atau pernah bekerja di perusahaan-perusahaan internasional ternama dalam pemerintahannya selama periode 2009-2018, ternyata banyak pula yang gagal dan rontok di tengah jalan.

Punya Banyak Barang Bukti Narkotika, Zul Zivilia Takut Divonis Hukuman Berat

"Bagaimanapun ada perbedaan antara bekerja di perusahaan, terlebih di perusahaan sendiri, dengan bekerja di pemerintahan. Ada banyak aturan dan pertimbangan sehingga eksekusi jauh berbeda," jelasnya.(cc)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved