Unjuk Rasa Mahasiswa

Usai Demo Besar-Besaran, Ketua DEMA UIN Jakarta Akui Adanya Penggembosan

Usai Demo Besar-Besaran, Ketua DEMA UIN Jakarta Akui Adanya Penggembosan, mulai dari tawaran uang hingga intimadasi

Usai Demo Besar-Besaran, Ketua DEMA UIN Jakarta Akui Adanya Penggembosan
(KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)
Mahasiswa menyampaikan orasi di Depan Gedung DPR/MPR, Jalan Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (24/9/2019). 

Aksi unjuk rasa penolakan sejumlah rancangan undang-undang (RUU) yang terjadi berturut-turut beberapa waktu lalu mulai redam karena "digembosi".

Penggembosan aksi mahasiswa, buruh, dan masyarakat itu dibenarkan oleh Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Jakarta, Sultan Rivandi.

"Saya secara pribadi dan mungkin secara umum mahasiswa, upaya penggembosan itu ada dan memang nyata dan saya rasakan secara pribadi," kata Sultan di sela acara Tangsel Memanggil yang diadakan di UIN Jakarta, Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (16/10/2019).

Banyak cara yang sudah dilakukan untuk meredam aksi mahasiswa, mulai dari tawaran uang sampai ancaman.

Sultan secara tegas mengatakan, idealisme para mahasiswa tidak dapat ditukar dengan apa pun.

"(Tawaran uang) banyaklah, banyaklah kira-kira, tapi itu saya katakan dan tegas bahwa idealisme tidak akan mungkin bisa terbeli.

Mental memperjuangkan kebenaran tidak akan bisa tergadaikan. Itulah otentifikasi mahasiswa yang sebenar-benarnya,"

Semangat kawan-kawan mahasiswa, kata Sultan, menjadi bahan bakar untuk melewati sejumlah kekhawatiran terkait upaya peredaman aksi.

"Kekhawatiran saya dan kami yang ada di DEMA terkondisikan dengan semangat mahasiswa yang mau terus berjuang,

jadi pada akhirnya kekhawatiran itu ditimbun oleh semangat mahasiswa lainnya," tuturnya.

Halaman
1234
Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Mirmo Saptono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved