SD Inpres yang Digagas Soeharto Buat Duflo dan Abhijit Raih Penghargaan Nobel

Kebijakan yang pernah dikeluarkan Soeharto yakni SD Inpres ternyata dipuji dunia. Kebijakan ini dianggap memiliki pengaruh dalam peningkatan ekonomi.

SD Inpres yang Digagas Soeharto Buat Duflo dan Abhijit Raih Penghargaan Nobel
Istimewa
Dua peraih nobel ekonomi Abhijit Banerjee dan Esther Duflo 

Penelitian tersebut diterbitkan pada tahun 2000 dengan judul konsekuensi sekolah dan pasar tenaga kerja dari pembangunan sekolah di Indonesia: bukti dari eksperimen kebijakan yang tidak biasa

Dalam publikasinya itu, Duflo menganalisa dampak dari program pemerintah tersebut terhadap pendidikan dan tingkat upah penduduk Indonesia kala itu.

Caranya, dengan menggabungkan perbedaan jumlah sekolah di berbagai daerah dengan perbedaan antar-kelompok yang disebabkan oleh waktu program.

Adapun dalam abstraksi penelitian dijelaskan penelitian tersebut berbasis pada realita yang terjadi di Indonesia tahun 1973 dan 1978. Di mana RI membangun lebih dari 61.000 SD.

SD Inpres muncul di era Soeharto.

Hal ini dilakukan untuk memperluas kesempatan belajar, terutama di daerah pedesaan dan perkotaan yang warganya berpenghasilan rendah.

Dalam hal ini, Presiden Soeharto mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 10 Tahun 1973 tentang Program Bantuan Pembangunan Sekolah Dasar (Kompas, 18/12/1973).

Sementara, kebijakan SD Inpres sendiri dibentuk oleh ekonom Indonesia Widjojo Nitisastro.

Duflo menjelaskan, pembangunan SD Inpres menyebabkan anak-anak usia 2 hingga 6 tahun di 1974 menerima 0,12 hingga 0,19 tahun lebih banyak pendidikan, untuk setiap sekolah yang dibangun per 1.000 anak di wilayah kelahiran mereka.

Anies Ingin Keberadaan ITF Sunter Jadi Tempat Pembelajaran Anak-anak Sekolah

Menggunakan variasi sekolah yang dihasilkan oleh SD Inpres ini sebagai variabel instrumental, ke dampak pendidikan pada upah, ia mendapatkan kesimpulan bahwa kebijakan ini sukses 'meningkatkan' perekonomian.

Halaman
123
Penulis: Desy Selviany
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved