Breaking News:

Jordan Henderson: Inggris Sempat Memiliki Opsi Mogok Main di Kualifikasi Euro

Bagi Henderson, pelecehan rasial yang ditujukan kepada Timnas Inggris bukan sesuatu yang baru.

The Telegraph
Jordan Henderson 

"Saya tidak senang dengan situasi yang kami hadapi. Sangat tidak menyenangkan mendapat aksi rasial dan ini terjadi ditahun 2019, sangat mengecewakan sekaligus menyedihkan. Tapi saya merasa, sebagai sebuah tim, kami harus bisa menghadapinya. Sebelumnya kami pernah mengalaminya, dan berharap tidak terjadi lagi. Sialnya kami justru mengalaminya lagi," kata Henderson.

"Kami kemudian berbicara di ruang ganti. Ada pilihan untuk tidak melanjutkan laga, tapi jika kami meninggalkan lapangan, mereka menang. Itu yang kami pertimbangkan. Kami akhirnya bersepakat melanjutkan laga dengan tekad membaut banyak gol untuk membuat Bulgaria semakin menderita," imbuh pemain berusia 28 tahun ini.

Henderson memuji sikap Raheem Sterling dan Marcus Rashford, serta pemain debutan Tyrone Mings yang dengan tenang mampu mengendalikan diri.

Tiga pemain Inggris ini memang berkulit hitam dan menjadi sasaran cemooh.

Suporter Bulgaria bersuara seperti monyet ketika pemain ini menguasai bola.

"Luar biasa, mereka sangat profesional, berkelas dan disiplin. Sejujurnya, saya sangat marah. Jika saya marah, apalagi mereka," ujar Henderson.

Berita Ini Juga Dimuat di KORAN SUPER BALL, Kamis (17/10/2019)

Editor: Dewi Pratiwi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved