Jordan Henderson: Inggris Sempat Memiliki Opsi Mogok Main di Kualifikasi Euro

Bagi Henderson, pelecehan rasial yang ditujukan kepada Timnas Inggris bukan sesuatu yang baru.

The Telegraph
Jordan Henderson 

Jordan Henderson mengungkapkan, Timnas Inggris sempat memikirkan opsi mogok bermain setelah mendapat aksi rasial dari suporter Bulgaria di kualifikasi Euro atau Piala Eropa 2020 Grup A di Sofia belum lama ini.

Namun pemain kemudian memilih bekerja keras untuk mempermalukan tuan rumah sebagai pelampiasan sakit hati.

Laga berakhir dengan kemenenangan telak 6-0 dan Inggris berpeluang besar lolos ke putaran final.

Kapten kedua Inggris ini mengaku bisa mempermalukan tuan rumah.

Bagi Henderson, pelecehan rasial yang ditujukan kepada Timnas Inggris bukan sesuatu yang baru.

Dia pernah merasakannya di Serbia ketika bermain di Timnas U-21 tahun 2012 , dan saat melawan Montenegro awal tahun ini.

Namun perlakuan suporter Bulgaria adalah yang paling buruk. Henderson bahkan sempat berdebat dengan pelatih Bulgaria Krasimir Balakov saat jeda.

Kapten Liverpool itu bahkan sempat terpancing emosinya ketika Balakov dengan enteng mengatakan, "Apa masalahnya? Ini hal nomal dalam sepak bola."

Sembilan Anggota Parlemen dan 200 Selebriti Dukung RUU yang Diberi Nama Sulli Act

Polisi Ajukan Permintaan Surat Izin Autopsi untuk Sulli

Polisi Pastikan Sulli Bunuh Diri Bukan Dibunuh Setelah Melakukan Autopsi

Sesuai dengan protokol UEFA, Inggris sebenarnya berhak tetap berada di ruang ganti dan tidak melanjutkan laga.

Ketika itu Inggris sudah unggul 4-0. Namun, Henderson mengajak timnya kembali ke lapangan dan membuat gol lebih banyak lagi, kalah bisa dengan skor 10-0.

Halaman
12
Editor: Dewi Pratiwi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved