Film

Berapa Bayaran Aktris Hollywood Michelle Yeoh Jika Bermain Film Garapan Sutradara Indonesia?

Tidak hanya sutradara dan kru film, produser Amri Ginang berencana memakai jasa akting para bintang film ternama Indonesia.

Berapa Bayaran Aktris Hollywood Michelle Yeoh Jika Bermain Film Garapan Sutradara Indonesia?
Warta Kota/Heribertus Irwan Wahyu Kintoko
Produser film Amri Ginang (paling kanan) dan sutradara Bambang Drias (kedua dari kiri) ketika berbincang terkait rencana membuat film Anak Badjo di Palau Samporna, Sabah, Malaysia, di Restoran Shabu Nobu, Colony 6 Kemang, Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan, Kamis (17/10/2019). 

Berkembangnya industri film Indonesia sejak lebih satu dekade terakhir menarik minat investor asal Malaysia.

Amri Ginang yang selama ini berkarya di bidang fotografi dan dunia periklanan di Negeri Jiran tertarik memakai jasa film maker Indonesia.

Tidak hanya sutradara dan kru film, Amri Ginang berencana memakai jasa akting para bintang film ternama Indonesia.

Bintang film asal Malaysia, Natasha Hudson, berpose bersama sutradara Indonesia Bambang Drias, Rabu (9/10/2019). Mereka akan bekerjasama menggarap film Anak Badjo di Pulau Samporna, Sabah, Malaysia, medio Januari 2020.
Bintang film asal Malaysia, Natasha Hudson, berpose bersama sutradara Indonesia Bambang Drias, Rabu (9/10/2019). Mereka akan bekerjasama menggarap film Anak Badjo di Pulau Samporna, Sabah, Malaysia, medio Januari 2020. (istimewa)

Lewat film yang menceritakan tentang kehidupan anak Suku Badjo di Pulau Samporna, Sabah, Malaysia, Amri Ginang ingin mengenalkan tempat kelahirannya tersebut.

"Saya ingin mengeksplor Pulau Samporna, Sabah, lewat film. Banyak orang Badjo di Samporna," kata Amri Ginang berbincang di Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (17/10/2019).

Ia melihat, satu dekade terakhir ini industri film Indonesia berkembang pesat dan semakin maju.

Mungkinkah Michelle Yeoh Bermain Film Produksi Malaysia yang Disutradarai Sineas Indonesia?

Dulu Melihat di Layar Kaca dan Film, Sekarang Chiki Fawzi Bisa Beradu Akting dengan Acha Septriasa

Tidak hanya cerita, tetapi sinematografi film-film Indonesia juga menarik dan layak ditonton publik dunia.

"Produksi film Indonesia lebih baik daripada Malaysia, makanya kami ingin masuk ke industri disini sebagai investor," kata Amri Ginang.

Pertemuannya bersama sutradara Bambang Drias membuat mimpi Amri Ginang seolah perlahan-lahan terwujud.

Produser film Amri Ginang (paling kanan) dan sutradara Bambang Drias (kedua dari kiri) ketika berbincang terkait rencana membuat film Anak Badjo di Palau Samporna, Sabah, Malaysia, di Restoran Shabu Nobu, Colony 6 Kemang, Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan, Kamis (17/10/2019).
Produser film Amri Ginang (paling kanan) dan sutradara Bambang Drias (kedua dari kiri) ketika berbincang terkait rencana membuat film Anak Badjo di Palau Samporna, Sabah, Malaysia, di Restoran Shabu Nobu, Colony 6 Kemang, Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan, Kamis (17/10/2019). (Warta Kota/Heribertus Irwan Wahyu Kintoko)

Bambang Drias, sutradara Indonesia tersebut, kemudian diminta Amri Ginang untuk menggarap film tentang kehidupan anak Suku Badjo di Pulau Samporna, Sabah.

Halaman
123
Penulis: Irwan Wahyu Kintoko
Editor: Irwan Wahyu Kintoko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved