Breaking News:

Lingkungan Hidup

2020, Dinas Kehutanan DKI Kembangkan Empat Taman Berkonsep Fun Transit Park

"Konsepnya adalah Fun Transit Park, yaitu sebagai tempat transit yang nyaman para pedestrian karena terintegrasi dengan transportasi publik,"

Warta Kota/Dwi Rizki
Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, salah satu dari dua taman yang saat ini sedang dikembangkan menjadi taman berskala besar (grande) dengan konsep Fun Transit Park, tahun ini. Satu taman lagi adalah Taman Mataram, Selong, Kebayoran Baru. 

Dinas Kehutanan DKI akan membangun empat taman berjenis taman berskala besar (grande).

Tahun ini, dua taman yang sedang dalam pembangunan.

Kepala Dinas Kehutanan DKI  Suzi Marsitawati mengatakan, pembangunan jenis taman berskala besar yang sedang dalam proses pembangunan ada dua lokasi, yaitu Taman Puring dan Taman Mataram.

Forum Deklarator Taman Wisata Dunia Ingin Indonesia Jadi Taman Wisata Dunia

Masih ada empat lokasi lain juga telah selesai proses desainnya, yaitu Taman Tugu Tani, Taman Tebet, Taman Langsat, dan Taman Cempaka.

"Kita tingkatkan kualitasnya empat taman tadi, kita akan lanjutkan di tahun 2020 dan kita akan lakukan lelang cepat di bulan Desember 2019," kata Suzi, Kamis (17/10).

Suzi mengatakan, jenis taman grande juga menekankan untuk revitalisasi taman-taman yang berskala besar dengan tetap menjadi lahan retensi air.

Taman Bhinneka Tunggal Ika di Kebayoran Baru Gersang dan Panas, Masih Minim Pepohonan

"Konsepnya adalah Fun Transit Park, yaitu sebagai tempat transit yang nyaman para pedestrian karena terintegrasi dengan transportasi publik," tuturnya.

Selain itu, juga mendukung untuk ruang terbuka hijau serta sarana bermain yang dapat diakses siapa pun termasuk penyandang disabilitas.

"Taman grande ini berbeda dengan taman maju bersama yang benar-benar baru dibangun. Kalau taman maju bersama, kita bangun dari pengadaan tanah. Kalau taman grande itu kita bangun dari taman yang sudah ada," ucapnya.

VIDEO: Taman Spathodea Jadi Favorit Warga Jagakarsa Menikmati Senja

Suzi menambahkan, pembangunan taman kota saat ini dilakukan dengan memperhatikan jejaring hijau dan biru sebagai penghubung dan penguat poros ekologis.

"Pengembangan taman kota juga dengan pendekatan kebencanaan dalam konteks isu bencana prioritas banjir dan kebakaran serta isu lainnya seperti gempa, penurunan muka air tanah, dan polusi udara," katanya. 

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor:
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved