Operasi Tangkap Tangan

Sebelum Kena OTT, Wali Kota Medan Dzulmi Eldin Sempat Puji Lili Pintauli Siregar Jadi Pimpinan KPK

WALI Kota Medan Dzulmi Eldin ditangkap tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dalam sbuah operasi tangkap tangan (OTT).

Editor: Yaspen Martinus
TRIBUN MEDAN/HO
Wali Kota Medan Dzulmi Eldin (paling kanan berbatik), menghadiri syukuran Lili Pintauli Siregar terpilih menjadi pimpinan KPK, di Jalan Garu VI, Kecamatan Medan Amplas, Minggu (6/10/2019). 

"Wali Kota dibawa ke Jakarta pagi ini melalui jalur udara. 6 orang lainnya diperiksa di Polrestabes Medan," ungkap Febri Diansyah.

"Dalam waktu maksimal 24 jam, KPK akan tentukan status hukum perkara dan pihak yang diamankan," tutur Febri Diansyah.

Sebelumnya, Tim Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT).

 JAD Rancang Aksi Bom Bunuh Diri di Jogja-Solo Saat Jokowi-Maruf Amin Dilantik, Pengantin Sudah Siap

Selasa (15/10/2019) kemarin, tim KPK bergerak di 3 lokasi.

Rinciannya, 2 lokasi di Kalimantan Timur, yakni Samarinda dan Bontang. Sementara 1 lokasi lagi berada di Jakarta.

 Tak Cuma Berisi Paku, Baut, dan Gotri, Teroris Masa Kini Lengkapi Bom Rakitan dengan Racun

"Total kami amankan 8 orang, dan 7 di antaranya di Polda Kaltim untuk proses pemeriksaan lebih lanjut."

"Sementara 1 orang sedang diperiksa di Kantor KPK," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (15/10/2019) malam.

8 orang yang terjaring operasi senyap itu berasal dari unsur Kepala BPJN XII Balikpapan Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR Refly Ruddy Tangkere, dan PPK di balai tersebut.

 KSAD Jelaskan Alasan Anggota TNI AD Harus Dihukum Walaupun Istri yang Berbuat Salah

Serta, beberapa orang pihak swasta dan staf dari balai tersebut.

Sedangkan Kepala BPJN diamankan di Jakarta, sisanya di Samarinda dan Bontang.

"Kami menduga telah terjadi beberapa kali pemberian uang pada pihak penerima."

 JAD Rancang Aksi Bom Bunuh Diri di Jogja-Solo Saat Jokowi-Maruf Amin Dilantik, Pengantin Sudah Siap

"Belum disampaikan ya siapa pihak penerimanya, tentu saja mereka yang berposisi sebagai penyelenggara negara," katanya.

"Namun, pemberian uang ini diduga tidak dilakukan secara langsung."

"Pemberian uang diduga melalui transfer rekening ke ATM," sambung Febri Diansyah.

 Tujuh Anggota TNI AD Dicopot dari Jabatannya karena Status di Media Sosial, Ada yang Dihukum 21 Hari

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved