Pelantikan Presiden Terpilih

Mahfud MD Optimis Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Berjalan Lancar

Mantan Ketua MK Mahfud MD optimis pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin pada 20 Oktober 2019 berjalan lancar.

Mahfud MD Optimis Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Berjalan Lancar
KOMPAS/PRIYOMBODO
Suasana gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (22/5/2009). 

JAKARTA - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD optimis pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin pada 20 Oktober 2019 berjalan lancar. Menurut Mahfud, hal penting yang harus dipikirkan adalah jalannya pemerintahan.

"Saya optimis pelantikan akan berjalan lancar," kata Mahfud MD kepada wartawan di sela-sela acara diskusi Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di Hotel Sahid, Jakarta, Rabu (16/10/2019).

Kubu 01 Sebut Mahfud MD Menyerah Tanggapi Kubu 02, Dokumen Bukti KPU Tak Akan Bisa Diperiksa
Kubu 01 Sebut Mahfud MD Menyerah Tanggapi Kubu 02, Dokumen Bukti KPU Tak Akan Bisa Diperiksa (Tribunnews)

Hari Ini MPR Kirimkan Undangan Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden ke Jokowi dan SBY

Menurut Mahfud, yang juga harus dipikirkan adalah harapan presiden untuk membenahi kebijakan dasar dan membenahi karut marut demokrasi agar Indonesia semakin baik. "Harapannya, setelah dilantik, Jokowi harus menjalankan pemerintahan yang lebih baik," katanya.

Mahfud menjelaskan, proses pemilu sudah berakhir dan masyarakat serta elit-elit politik harus menerimanya secara lapang dada. "Kita sudah memilih presiden dan wakilnya, secara legal dan konstitusional sudah sah, jadi secara politik, pemerintah baru ini sudah terpilih secara sah," ujar Menhankam di era Presiden Gus Dur ini.

Polisi Minta Warga dan Pelajar Bogor Tak Unjuk Rasa ke Jakarta Saat Pelantikan Jokowi-Maruf Amin

VIDEO : Anak Papua Menangis saat Kembali ke Kampung Halaman

Sementara Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP), Benny Soesatyo menyatakan, mengawal pelantikan presiden secara aman dan damai adalah tugas sejarah.

"Dengan acara ini berjalan damai, maka bisa muncul respons positif dunia internasional kepada Indonesia. Karena itu bangsa Indonesia harus berjiwa ksatria dan harus mau berjuang mengakhiri kegaduhan politik yang selama melukai kedaulatan rakyat Indonesia," katanya.

Pakar Hukum Tata Negara Margarito Kamis juga optimis pelantikan Presiden berjalan lancar. "Saya kira semua berjalan lancar, apalagi puluhan ribu aparat keamanan sudah berjaga. Siapa yang berani menggagalkan pelantikan itu. Aparat pasti akan bertindak tegas," katanya ketika dihubungi melalui telepon.

Polisi Larang Aksi Unjuk Rasa Saat Pelantikan Presiden-Wakil Presiden, Jokowi Malah Mempersilakan

Seperti diberitakan, sebanyak 30.000 personil TNI/Polri dikerahkan untuk mengamankan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, 20 Oktober 2019. Sementara mulai Selasa (15/10/2019) sampai Minggu (20/10/2019) Polda Metro Jaya tidak mengizinkan adanya demonstrasi.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengimbau gubernur, bupati, dan wali kota di seluruh Indonesia untuk menggelar doa bersama menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden.

Tujuh Anggota TNI AD Dicopot dari Jabatannya karena Status di Media Sosial, Ada yang Dihukum 21 Hari

"Kami sudah membuat radiogram ke semua gubernur, bupati, wali kota, kemudian kepada enam agama yang sah di negara kita mari kita lakukan doa bersama," kata Tjahjo saat ditemui di Merlynn Park Hotel, Jakarta Pusat, Rabu (16/10/2019).

Tjahjo mengimbau doa bersama digelar tiga hari, mulai Jumat (18/10/2019) hingga Minggu (20/10/2019).

Menurut Tjahjo, doa bersama ini penting mengingat pelantikan adalah puncak dari tahapan panjang Pilpres yang sudah berlangsung. "Supaya pelantikan presiden berjalan dengan lancar tertib," kata Tjahjo seperti dikutip Kompas.com. (*)

Editor: Ign Prayoga
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved