Pendidikan

Kultur Kompetisi Dinlai Tak Lagi Relevan di Sekolah dengan Saatnya Menerapkan Kultur Kolaborasi

Kultur kompetisi sudah tidak relevan di pendidikan dan saatnya berpaling pada kultur kolaborasi antarsekolah.

Kultur Kompetisi Dinlai Tak Lagi Relevan di Sekolah dengan Saatnya Menerapkan Kultur Kolaborasi
Warta Kota
Ilustrasi. Mendikbud, Muhadjir Effendy dalam acara Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan sukseskan program Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM). 

Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) menekankan bahwa kultur kompetisi sudah tidak relevan di pendidikan dan saatnya berpaling pada kultur kolaborasi antarsekolah.

Hal itu seperti di antaranya yang dilakukan SMPN 20 Tangerang Selatan.

"Sebagai salah satu sekolah model GSM, SMP N 20 Tangsel mengikuti workshop pada awal 2018," kata Ketua Divisi Media dan Komunikasi Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM), Christophorus Yudha Danujatmika dalam keterangan tertulis, Rabu (16/10/2019).

Berita Foto Anak Bermain di Taman Tak Terpakai Akibat Kekurangan Tempat Bermain dan Sarana Bermain

Tidak berhenti di sana, beberapa guru bahkan mengunjungi sekolah-sekolah model
GSM di Sleman (DIY).

Kunjungan tersebut meyakinkan kedua guru sekolah tersebut yaitu Heny dan Febri yang meyakini bahwa pendekatan GSM dapat memberikan energi positif bagi guru dan siswa untuk menggali potensi terbaiknya di sekolah.

"Hal yang menarik adalah bagaiman SMPN 20 Tangsel tak hanya mengembangkan diri, namun juga berbagi dengan sekolah-sekolah lain," kata Christophorus Yudha Danujatmika.

Pada Kamis (17/10/2019), mereka berinisiatif mengadakan ‘Festival Pembelajaran Berbasis Problem (PBL)’ dan mengundang SD, SMP, hingga SMP sekitar untuk membangun kolaborasi.

Model kolaborasi inilah yang akan dijadikan acuan untuk mempercepat proses transformasi ekosistem sekolah menyenangkan, yang terbukti lebih memanusiakan siswa dan guru di sekolah.

Sementara itu, Muhammad Nur Rizal, pendiri GSM, mengatakan:

“Jika dalam permainan, kultur kompetisi ini layaknya seperti permainan "finite games" yang harus memiliki pihak yang menang dan kalah dalam batas waktu permainan tertentu."

Halaman
123
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved