Tangerang

Bermodal Belajar dari Youtube, Pelaku Sulap Materai Bekas Menjadi Baru

Pelaku rekondisi materai bekas, DH (39) mengaku mendapatkan ilmunya menyulap materai yang sudah digunakan menjadi materai baru dari Youtube.

Bermodal Belajar dari Youtube, Pelaku Sulap Materai Bekas Menjadi Baru
Warta Kota/Zaki Ari Setiawan
Polisi ungkap sindikat daur ulang materai bekas di Mapolres Tangerang Selatan, Serpong, Rabu (16/10/2019). 

Pelaku rekondisi materai bekas, DH (39) mengaku mendapatkan ilmunya menyulap materai yang sudah digunakan menjadi materai baru dari Youtube.

Untuk menyebarkan materai hasil rekondisi, DH bekerjasama E (38) yang berperan mencari materai bekas dan juga menjualnya ke wilayah sekitaran universitas di Tangerang Selatan.

Dari pengakuan DH, sudah ada sekitar 5.000 materai rekondisi yang tersebar selama enam bulan menjalankan aksinya.

"Sudah enam bulan (beraksi), belajar dari Youtube," kata DH di Mapolres Tangerang Selatan, Serpong, Rabu (16/10/2019).

Dalam satu hari, DH mampu menghasilkan materai rekondisi sampai 150 lembar untuk kemudian disebarkan ke warung, tempat fotokopi, atau toko alat tulis kantor.

 Kompaknya Gading Marten dan Juria Hartmans dari Lagu Kesukaan Sampai Panggilan Sayang

 MENDADAK Suami Sah Datang Hingga Acara Pernikahan Batal Digelar di Gereja, Sang Wanita Meronta-Ronta

 Ditanya Mau Jadi Apa Setelah Jadi Mendagri, Tjahjo Kumolo: Saya Ini TNI

Untuk melakukan rekondisi itu, DH menggunakan sejumlah bahan di antaranya adalah cuka, polish remover, kaporit cair, air, dan kapas.

Wakapolres Tangerang Selatan, Kompol Didik Putro Kuncoro mengatakan, pelaku diringkus di kontrakannya yang sekaligus dijadikan tempat merekondisi materai di daerah Jampang, Bogor.

Dari tempat itu juga ditemukan ratusan materai hasil rekondisi yang sudah siap edar.

"(Ditemukan) ada 300 barang bukti, yang akan direkondisi kurang lebih 1.000," ujar Didik.

 BREAKING NEWS: Akhirnya KPK Tahan Bupati Indramayu Supendi

Dari pengakuan para pelaku, materai bekas itu didapatkan dari wilayah DKI Jakarta seharga Rp 3.000 satu lembarnya, kemudian dijual kembali seharga Rp 5.000.

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved