Breaking News:

Tol Trans Jawa

Via Tol Trans Jawa Volume Pengiriman Barang Naik Signifikan, Ongkos Tol Rp 500.000 Jadi Tak Berarti

Efisiensi biaya bukan dari ongkos Tol Trans Jawa, melainkan peningkatan volume barang yang dapat dikirim (delivery).

Kompas.com/Hilda B Alexander
Karyawan PT Sika Indonesia sedang mengoperasikan forklift di salah satu bagian pabrik terbaru Sika di Cibitung, Bekasi (14/10/2019). 

Tarif Tol Trans Jawa lebih dari Rp 500.000 dari Jakarta ke Surabaya menjadi tidak berarti ketika volume barang yang dapat dikirim melonjak berkali-kali lipat.

TERSAMBUNGNYA Jalan Tol Trans Jawa yang membentang dari Merah, Baten hingga Banyuwangi, Jawa Timur telah dirasakan manfaatnya oleh para pelaku usaha industri.

Sika Indonesia perusahaan bahan kimia untuk konstruksi dan industri yang berasal dari Swiss, merupakan salah satunya.

Sejak jaringan Tol Trans Jawa beroperasi, biaya pengiriman barang dari dua pabrik (plant) mereka di Cileungsi, dan Gresik, ke berbagai kota di Pulau Jawa terpangkas sekitar 40 persen hingga 50 persen.

Tanpa Peresmian, Tol Pandaan-Malang Bisa Langsung Digunakan, Surabaya-Malang Kurang dari 1 Jam

Ini Daftar 6 Besar Vendor PC Global Kuartal III-2019, Lenovo Teratas Disusul HP Inc dan Dell

Demi PR Value Lebih Akurat, APPRI Luncurkan Standarisasi Rate Card dan Measurement Kehumasan

Efisiensi biaya ini, menurut General Manager Sika Indonesia Eddy Sutanto, bukan dari ongkos tol, melainkan peningkatan volume barang yang dapat dikirim (delivery).

"Sebelumnya, ketika kami masih menggunakan jalur reguler, barang yang dapat dikirim paling maksimal 8 ton," tuturnya.

"Setelah Tol Trans Jawa jadi, volumenya melonjak jadi 32 ton sekali kirim, dan lebih cepat," jelas Eddy menjawab Kompas.com, usai peresmian pabrik baru Sika di Cibitung, Bekasi, Senin (14/10/2019).

Tarif tol lebih dari Rp 500.000 dari Jakarta ke Surabaya, menurut Eddy, menjadi tidak berarti ketika volume barang yang dapat dikirim melonjak berkali-kali lipat.

Selain itu, frekuensi pengiriman juga bisa bertambah di kota-kota tujuan, sehingga dampaknya sangat signifikan terhadap total ongkos operasional perusahaan.

Pabrik ketiga

Sika Indonesia memiliki delapan segmen pasar, yakni concrete, refurbishment, flooring, waterproofing, roofing, sealing and bonding, industry, dan building finishing.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved