Psikologi

Supaya Tidak Salah Jurusan, Gabungkan Minat dan Bakat

Seringkali sumber stres remaja adalah ketika memilih jurusan saat kuliah. Kesalahan ini adakalanya karena kurang informasi tapi tak sedikit karena...

Supaya Tidak Salah Jurusan, Gabungkan Minat dan Bakat
Warta Kota/Lilis Setyaningsih
(Ki-ka)Penulis Buku Anti Salah Jurusan dan juga Vo-Founder Tes Bakat Indonesia Monic Cristian; Brand Executive Nivea Body and Creme Brigitta Dewi Priscillia; dan Psikolog Anak, Remaja, dan Keluarga Saskhya Aulia Prima saat menjadi pembicara di acara Nivea Soft Mix Me di Highland, Bogor belum lama ini 

Seringkali sumber stres remaja adalah ketika memilih jurusan saat kuliah. Kesalahan ini adakalanya karena kurang informasi tapi tak sedikit karena mengikuti keinginan orangtua semata.

Sementara keinginan sendiri berbeda dengan keinginan orangtua.

Karena tidak ingin mengecewakan orangtuanya, sang anak pun mengikuti jurusan yang tidak diminati sehingga akhirnya stres dan tidak jarang yang drop out  (DO) atau putus di tengah jalan.

Penulis Buku  Anti Salah Jurusan dan juga co-founder  Tes Bakat Indonesia Monic Christian mengatakan, survey yang dilakukan di Universitas Surabaya pada 2010 bahwa ada 40 persen siswa mengalami DO  di tahun pertama karena mereka memilih jurusan yang salah.

Di negara maju seperti Amerika Serikat juga mengalami hal yang sama.

 Ini 3 Kesepakatan Hasil Pertemuan Prabowo-Paloh di Jakarta Minggu Malam

 Cuitan Soal Wiranto Diserang SETINGAN, Dosen UGM Dukung Pelaporan Hanum Rais ke Polri

 Rocky Gerung Minta Kaum Cebong Usir Prabowo Dari Kubu Mereka, Nyatakan Oposisi Sekarang Juga

 Selesai Mandi, Suami Kaget Melihat Ulah Istrinya di Dapur, Kain Ungu Bermotif Bunga Jadi Saksi Bisu

Survey yang dilakukan di negara bagian Pennsylvania tahun 2012, sebanyak 80 persen lulusan baru mengatakan, mereka merasa tidak yakin dengan pilihan jurusannya, bahkan 50 persen diantaranya akan merubah jurusannya dalam waktu dekat.

Menurut Monic, kebingungan para remaja juga didasari adanya sekitar 1800 jurusan di universitas dan adanya perubahan karier di era saat ini.

Solusi yang coba ditawarkan oleh Monic adalah dengan  menggabungkan antara keinginan dan minat.

Misalnya ada anak yang harus bersekolah di kedokteran sementara ada minat dan bakatnya dibidang melukis.

Gabungan dari jurusan  kedokteran dan melukis bisa menjadi pekerjaan ilustrasi kedokteran (medical illustrator).

Halaman
12
Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved