Breaking News:

Amandemen UUD 45

Singgung Soal Pembahasan Amandemen UUD 1945 yang Kontroversial, Posisi Jokowi Dimana?

Jokowi kembali membahas amandemen 1945 dengan mantan Ketua MPR Zulkifli Hasan. Sebelumnya ia menolak mentah-mentah amandemen 1945.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Dian Anditya Mutiara
twitter @jokowi
Presiden Jokowi bertemu mantan Ketua MPR Zulkifli Hasan 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pamerkan foto pertemuan dengan mantan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan.

Di pertemuan itu, kata Jokowi, ia membahas soal pembahasan amandemen UUD 1945.

“Menerima Pak Zulkifli Hasan, Ketua MPR periode 2014-2019, di istana, kemarin. Kami berdiskusi mengenai tantangan Indonesia ke depan,” kata Presiden Jokowi di akun twitternya Selasa (15/10/2019).

Di pertemuan tersebut memang banyak yang dibahas oleh Jokowi dan Zulkifli.

PROF LIPI: Jokowi Tolak Amandemen Terbatas UUD Hidupkan GBHN Artinya Tolak Keputusan Kongres PDIP

Namun di kicauannya, Jokowi menyinggung soal pembahasan amandemen terbatas yang dibahas di era Zulkifli.

“Mengingat beliau adalah mantan Ketua MPR, saya bertanya soal kajian MPR periode lalu atas amendemen terbatas UUD 1945 dan rencana ke depannya,” kata Jokowi.

Sebelumnya isu pembahasan amandemen terbatas UUD 1945 mencuat usai akhir jabatan Zulkifli Hasan di MPR RI.

Penggagas pembahasan ini tidak lain ialah partai pengusung Jokowi sendiri yakni PDI Perjuangan.

Partai berlambang banteng hitam moncong putih ini ingin dalam amandemen UUD 1945 itu, MPR kembali menjadi lembaga tertinggi sehingga dapat menyusun Garis Besar Haluan Negara (GBHN) untuk dilaksanakan presiden beserta para pembantunya.

Disebut Prabowo Bakal Jadi Menteri Pertahanan, Dahnil: Saya Gak Ngangguk, Saya Gak Geleng

Usul ini bahkan diputuskan menjadi sikap resmi partai berlambang banteng dalam Kongres V PDI-P di Bali, Sabtu (10/8/2019).

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved