Histori

Ribut di Perairan Selat Sunda, Angkatan Perang Indonesia Berhasil Usir Militer Inggris

Padahal tentara yang dikirim ke Surabaya ialah pemenang pertempuran di El Alamien melawan Korps Afrika Erwin Rommel yang kesohor itu.

Ribut di Perairan Selat Sunda, Angkatan Perang Indonesia Berhasil Usir Militer Inggris
Youtube/Royal Navy Video
Suasana pangkalan militer Inggris di lautan yang dilarang lewat Selat Sunda 

Dalam sejarahnya, Inggris tak pernah semalu saat peristiwa 10 November 1945.

Bayangkan saja, kesatuan militer mereka hampir musnah di tangan para pemuda Surabaya (Arek-arek Suroboyo_red).

Padahal tentara yang dikirim ke Surabaya ialah pemenang pertempuran di El Alamien melawan Korps Afrika Erwin Rommel yang kesohor itu.

Dikutip dari Naval Power and Expeditionary Wars dan Wikipedia, usai ribut-ribut di Surabaya tersebut, Royal Navy Inggris masih sempat menantang angkatan perang Indonesia di Selat Sunda.

Jadwal Kualifikasi Euro 2020 Matchday 8, Ada Portugal Vs Ukraina dan Inggris Vs Bulgaria

Penyebabnya tak lain lantaran digelorakannya Dwikora pada 3 Mei 1963 oleh Soekarno dan penyusupan para gerilyawan Indonesia ke Kalimantan Utara saat itu merupakan sinyalemen perang bagi Inggris.

Tak mau tinggal diam, pada 27 Agustus 1964 Inggris lantas melakukan 'Show of Force' dengan melayarkan kapal Induk HMS Victorious yang dikawal dua kapal destroyer dari Singapura menuju Australia melewati Selat Sunda tanpa izin.

Aksi ini lantas membuat Menlu RI saat itu, Soebandrio mencak-mencak marah karena aksi 'Slonong Boy' tak permisi armada Inggris di Selat Sunda.

Pihak Indonesia juga menilai hal ini sebagai aksi pancingan agar pihak AURI atau ALRI menyerang armada Inggris dan menjadi alasan Inggris untuk berperang dengan Indonesia, persis seperti insiden Teluk Tonkin Vietnam.

Susi Pudjiastuti Berharap Kebijakan Tenggelamkan Kapal Pencuri Ikan Terus Dilanjutkan Penerusnya

Lantas pada tanggal 2 September 1964, Soebandrio memberikan ultimatum keras ke armada Inggris pimpinan HMS Victorious jangan coba-coba lagi lewat Selat Sunda saat perjalanan kembali ke Singapura atau akan tanggung konsekuensinya.

Ucapan Soebandrio bukan isapan jempol belaka, setelah pernyataan keras itu dilontarkan, armada Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) langsung menggelar latihan militer skala besar di Selat Sunda untuk menunjukkan seriusnya ultimatum tersebut.

Halaman
123
Editor: Dian Anditya Mutiara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved