Lapangan Kerja

Ratusan Warga Jadi Korban Hoax Pembukaan Pendaftaran Ojol di Kawasan Joglo Jakarta Barat

Ratusan warga yang ingin mendaftar sebagai mitra ojek online (ojol) terkena hoax pendaftaran pengemudi Gojek.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Gede Moenanto
Warta Kota/Dwi Rizki
Peminat profesi ojek online atau ojol masih tinggi meski hoax, banyak warga berdatangan mencari pekerjaan ini. 

Ratusan warga yang ingin mendaftar sebagai mitra ojek online (ojol) terkena hoax pendaftaran pengemudi Gojek yang ternyata hoax di Jalan Lapangan Merah, Joglo, Kebon Jeruk Jakarta Barat.

Mereka berbondong-bondong mendatangi jalan Lapangan Merah, Joglo, Jakarta Barat karena mendapatkan pesan berantai jika Gojek mengadakan pendaftaran mitra pengemudi.

Namun, sayangnya, setibanya di sana, tidak ada pendaftaran yang dimaksud.

Awkarin Tidak Tertarik Terjun ke Politik Tidak Kapok Terus Berbuat Kebaikan Meski Diejek Budiman

Mereka yang datang dari beberapa daerah Jakarta hingga luar Jakarta ini pun sempat berkumpul sebelum akhirnya membubarkan diri sebab dari pesan berantai itu tidak di temukan nomor telepon yang dapat di hubungi.

Pesan berantai yang beredar merupakan bentuk pamflet bertuliskan Gojek recruitmen 2019.

Adapun, syarat pendaftaranya yaitu tidak pernah mendaftar sebagai driver ojol, serta beberapa berkas yang harus dilengkapi yakni STNK 2012, e-KTP, SIM yang masih aktif.

Dari pesan itu mereka diminta untuk membawa berkas pendaftaran ke Jalan Lapangan Merah, Joglo Jakarta Barat pada Senin (14/10/2019), dari pesan itu juga tidak tertera nomor telepon maupun alamat yang jelas.

Ustadz Abdul Somad Bangkitkan Solidaritas Warga Keturunan Minang Bugis Jawa di Wamena yang Berduka

Meski pesan tidak jelas, namun banyak yang mendatangi lokasi itu berharap kebenaran atas informasi itu.

Salah satunya Yudi (39) salah seorang calon pendaftar. Ia mengatakan mendapat pesan itu melalui pesan singkat WhatsApp (WA).

"Saya juga tadi muter muter nyari ini."

"Cuma pas sampai sini udah sepi, tadi, tanya sama orang di depan sih, katanya, pagi sempat rame."

"Saya pikir beneran, makannya saya datang ke sini," kata Yudi, Senin (14/10/2019).

Tak hanya itu hal serupa juga dikatakan oleh Wahyu (37).

Ia mengatakan, tak tahu jika pesan yang ia dapat merupakan hoax.

Apalagi, memang dirinya ingin berkeinginan mendaftar gojek.

"Ini orang yang bikin hoax siapa lagi."

"Kita susah -usah mau nyari kerja."

"Malah begini."

"Mana saya udah bawa berkas lengkap ini juga," katanya.

Sentilan Rizal Ramli Penanganan Brutal Unjuk Rasa Membandingkannya dengan Unras Mahasiswa Hong Kong

Wahyu, mengaku, dia juga sempat binggung sempat lokasi pendaftaran berada di gang yang masuk pemukiman warga, namun ia pun tetap mencari tahu sumber kebenaran informasi itu.

"Ya tadi sih udah feeling jelek. Kenapa masuk pemukiman warga bukan di ruko atau di mana."

"Tapi ya udah lah, yang penting, mah yang lain harus dikasih tahu," ujarnya.

Ketua RT 03/05 Jalan Lapangan Merah, Joglo Jakarta Barat, Hamid memastikan bahwa informasi yang didapat warga akan pendaftaran mitra gojek merupakan hoax.

Tidak ada pendaftaran yang berada di lingkungan wilayahnya.

"Hoax itu."

"Saya memastikan, tidak ada pendaftaran apapun di sini."

"Saya juga kaget, tadi pagi, kok banyak banget orang di sini. Saya liat pesannya itu ngak jelas ngak ada nomor telepon sama alamat jelas," kata Hamid.

Hamid, mengungkapan bahwa dampak dari pesan berantai ini membuat sekitar ratusan orang mencari alamat yang berada di daerahnya.

Usman Hamid Mengungkap Begini Cara Menangani Kebebasan Pendapat juga Dilakukan Wiranto Sejak 1998

Bahkan, yang datang pun dari warga luar DKI Jakarta.

"Saya kasihan ama yang dari luar Jakarta itu. Ada yang dari Bekasi datang ke sini. Sampai sini hoax."

"Makanya, tadi, saya bilang, hati-hati kalo gak jelas begini," katanya.

Setelah itu, pihaknya memberikan penjelasan beberapa calon mitra pengemudi itu pun langsung meninggalkan lokasi.

Kurang lebih, menurut Hamid, ada sekitar 150 orang yang datang.

"Tadi, ada 150 orang ada yang datang ke sini."

"Cuma, siang tadi, langsung pulang," ucapnya.

Total Ada 16 Desa di Babelan Kabupaten Bekasi Masih Dilanda Bencana Kekeringan

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved