Penambangan Tanah Ilegal di Bojongsari Depok Bisa Picu Pemadaman Listrik Massal dan Sebabkan ISPA

“Bukan tidak mungkin, jika pondasi SUTET tersebut tidak sanggup menahan beban maka bencana `Black Out’ akan terjadi lagi di wilayah Jakarta dan sekita

Penambangan Tanah Ilegal di Bojongsari Depok Bisa Picu Pemadaman Listrik Massal dan Sebabkan ISPA
Warta Kota/Vini Rizki Amelia
Tambang ilegal tanah merah rusak lingkungan dan timbulkan dampak ISPA pada anak-anak di Kecamatan Bojongsari, Depok. 

Pihak Ombudsman menemukan adanya pertambangan ilegal yang ada di Kecamatan Bojongsari, Depok atau tepatnya disamping SDN 03 Pondok Petir.

Dari temuan sidak lapangan, Ombudsman mendapati sejumlah bangunan yakni SDN 03 Pondok Petir, perumahan warga, serta Menara Sutet dan Lahan Perkuburan sekitarnya terdampak bekas galian tanah merah.

“Kami melihat maraknya tambang dan galian ilegal di Kota Depok bukan saja membahayakan lingkungan tapi juga berdampak langsung pada kehidupan masyarakat sekitarnya akibat pembiaran berlarut oleh pihak-pihak berwenang” papar Kepala Perwakilan Ombudsman Jakarta Raya, Teguh P Nugroho kepada Warta Kota melalui telepon, Senin (14/10/2019).

Teguh mengatakan, pertambangan tersebut juga membawa dampak gangguan Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) bagi siswa SDN 03, Pondok Petir.

Tanah pekuburan juga hampir ambrol karena batas-batasnya habis dikeruk galian ilegal.

Di tempat yang berbeda, bahkan satu tiang saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) hanya menyisakan sedikit pondasi akibat galian ilegal di Kota Depok.

“Bukan tidak mungkin, jika pondasi SUTET tersebut tidak sanggup menahan beban maka bencana `Black Out’ akan terjadi lagi di wilayah Jakarta dan sekitarnya,” kata Teguh.

Pemeriksaan tersebut dikatakan Teguh dilakukan setelah Ombudsman Jakarta Raya menerima Laporan dari masyarakat terkait tambang tanah merah ilegal di sekitar SDN Pondok Petir 03.

“Tujuan pemeriksaan untuk membuktikan bagaimana terjadinya Maladministrsi dalam pengawasan, penindakan dan penegakan hukum terkait adanya tambang ilegal di wilayah Pondok Petir tersebut,” tutur Teguh.

Tim Pemeriksa telah meminta keterangan sebanyak 9 (sembilan) instansi di Pemkot Depok termasuk Pejabat dari Polsek Sawangan dan Polresta Depok.

Halaman
12
Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved