Breaking News:

Ketahuan, Arteria Dahlan Bawa KPK Gadungan untuk Jadi Saksi di Mata Najwa

Najwa Shihab membongkar bahwa KPK gadungan benar adanya. Contohnya saja Madun saksi yang dibawa oleh Arteria Dahlan ke Mata Najwa.

Penulis: Desy Selviany
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
@trans7
Politisi PDI Perjuangan Arteria Dahlan menjadi trending topik setelah video dia membentak-bentak Prof Emil Salim dan menyebut Emil Salim sesat viral di media sosial, Kamis (10/10/2019) pagi ini. Arteria Dahlan jadi trending topik nomor 1 Kamis sekitar pukul 05:30. 

PRESENTER dan jurnalis Najwa Shihab membongkar siapa saksi yang dibawa politisi PDI Perjuangan Arteria Dahlan saat acara Mata Najwa Ragu-ragu Perppu.

Saksi itu ternyata tersangka KPK gadungan yang pernah ditindak aparat kepolisian.

“Saat LIVE Mata Najwa Ragu-Ragu Perpu, Arteria Dahlan sempat menunjuk satu orang di bangku penonton studio dan memintanya naik panggung. Siapa orang itu? Tim menemukan fakta ini,” tulis Najwa di akun instagramnya Senin (14/10/2019).

Wiranto Ditusuk Kok Tidak Ada Darahnya? Ini Penjelasan Ilmiah dari Dokter Bedah

Dalam video yang dibagikan Najwa, saksi itu ternyata tersangka KPK gadungan yang pernah ditangkap oleh aparat Kepolisian.

Madun yang kini menjabat sebagai Ketua LSM Gerakan Penyelamat Harta Negara mengaku sempat bingung saat dipanggil Arteria untuk naik ke atas panggung.

“Setelah dipelajari Pak Arteria saya tidak paham kenapa tiba-tiba nongol di mata najwa,” kata Madun.

Madun pernah masuk bui selama 1 tahun 8 bulan karena ketahuan mengaku sebagai anggota KPK gadungan. Ia menipu dan memeras pejabat Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT).

Madun juga mengakui bahwa ia menyimpan dendam oleh KPK karena dilaporkan ke aparat Kepolisian.

Jokowi Bakal Uji Coba Dampak Tol Langit Setelah Dilantik, Sudah Ngebut Atau Masih Lemot

“Saya rasa kalau bicara sakit hati manusiawi, di sisi lain ada rasa sakit hati memang banyak masalah di KPK itu,” kata Madun.

Setelah keluar dari penjara, Madun kerap melaporkan KPK ke Kejaksaan dan Kepolisian. Namun laporannya kerap tidak ditindaklanjuti oleh aparat karena dianggap tidak lengkap.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved