INFO PEMPROV JATENG

Gubernur Ganjar Gas Pol Garap Rekomendasi Kongres Sampah

Kongres Sampah ini adalah titik bertemunya para inovator, kreator dan pelaku yang masing-masing punya pengalaman baik untuk mengelola sampah.

Gubernur Ganjar Gas Pol Garap Rekomendasi Kongres Sampah
Dok Humas Pemprov Jateng
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo deklarasikan komunitas peduli sampah di sela UGM International Trail Run 2019 di Wanagama Eco Edu Forest, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (13/10/2019). 

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo langsung tancap gas begitu menerima seluruh rekomendasi Kongres Sampah pada Minggu (13/10/2019) malam. Saat ini tim kecil telah dia bentuk untuk mengeluarkan rumusan, targetnya rumusan tersebut masuk dalam APBD dan bisa dieksekusi mulai tahun 2020.

Kongres Sampah yang terselenggara Sabtu - Minggu (12-13/10) kemarin mengeluarkan empat rekomendasi akhir, yakni pembentukan Satgas Sampah di seluruh desa di Jateng, mencanangkan gerakan pemilahan sampah 3 Ng yaitu ngelongi, nganggo dan ngolah (mengurangi, memanfaatkan dan mengolah), memberi insentif pada inovasi pengolahan serta pembentukan Dewan Konsorsium Sampah Jateng. 

"Saya lagi nyusun APBD, untuk kita rancang agar soal penanganan sampah bisa masuk. Terlebih kepala dinas LHK ditunjuk sebagai ketua Dewan Konsorsium Sampah yang juga melibatkan pengusaha, tokoh masyarakat, seniman dan lainnya. Jadi secara kelembagaan ada. Ini yang akan kita jadikan acuan untuk mengeluarkan kebijakan. Jadi (Kongres Sampah) ini bukan sekadar kumpul-kumpul atau pertukaran wacana," kata Ganjar, Senin (14/10/2019).

Acuan kebijakan tersebut berupa rumusan yang saat ini tengah digarap oleh tim kecil yang terdiri dari kalangan pemerintahan, akademisi, aktivis serta inovator persampahan.

Rumusan itu meliputi mana rekomendasi yang harus dibuat regulasi, mana yang perlu dukungan politik anggaran, mana yang jadi dorongan atau perintah terkait penanganan persampahan. 

"Tim ini sudah bekerja, kita siapkan percepatan di tahun depan. Urusannya gampang. Ritmenya mengikuti politik anggaran. Sampai pertengahan November APBD akan diketok. Maka hari ini segera kita masukkan mana-mana negara yang mesti terlibat. Termasuk rangsangan dengan lomba. Lomba Satgas, bank sampah dan lainnya," katanya. 

Untuk pembentukan Satgas Sampah, Ganjar mengatakan adalah hal yang sangat mungkin terlebih sudah ada embrionya di desa Kesongo, tempat diselenggarakannya Kongres Sampah. Namun Ganjar mengatakan gerakan tersebut memang memerlukan waktu, tidak bisa sak dek sak nyet (tiba-tiba menyelesaikan).

"Kongres Sampah ini adalah titik bertemunya para inovator, kreator dan pelaku yang masing-masing punya pengalaman baik untuk mengelola sampah. Ketika orang mudah marah soal sampah sebenarnya mereka berimajinasi seolah-olah mengatakan ayo kita bereskan dan kerjakan. Tapi bagaimana mengerjakannya? Praktik baik di level desa itu berbeda apalagi di perkampungan kota," katanya. 

Perbedaan cara itulah yang akan diterapkan Ganjar untuk mengatasi sampah di Jawa Tengah. Dia mengutip filosofi Jawa, deso mowo coro negoro toto yang bermakna setiap wilayah punya kearifan lokal masing-masing, maka negara yang harus memadukan.

Cuma, lanjut Ganjar, ketika hal tersebut tidak terlalu efektif bisa dilanjutkan dengan membuat aturan. Urutannya dari imbauan ke masyarakat kemudian dilahirkan regulasi. 

Halaman
12
Editor: Ichwan Chasani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved