60 Spanduk Himbauan Antisipasi Paham Radikalisme dan Terorisme Disebar di Kabupaten Bekasi

Sebanyak 60 spanduk himbauan dan peringatan terkait paham radikalisme dan terorisme dipasang di wilayah hukum Polres Metro Bekasi.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Max Agung Pribadi
Warta Kota/Muhammad Azzam
Sebanyak 60 spanduk himbauan dan peringatan terkait paham radikalisme dan terorisme dipasang di wilayah hukum Polres Metro Bekasi. 

Sebanyak 60 spanduk himbauan dan peringatan terkait paham radikalisme dan terorisme dipasang di wilayah hukum Polres Metro Bekasi.

Puluhan spanduk itu dipasang diseluruh wilayah yang ada di Kabupaten Bekasi.

"Iya betul kita pasang 60 spanduk berisikan tentang himbauan dan peringatan bahaya dan menolak paham radikalisme dan terorisme," ujar Kapolres Metro Bekasi, Kombes Candra Sukma Kumara, kepada Wartakota, Senin (14/10/2019).

Isu Radikalisme Warnai Seleksi Calon Pimpinan, ICW: KPK Bukan Komisi Pemberantasan Terorisme

Puluhan spanduk itu dipasang di pinggit jalan, kantor pemerintah, pelayanan publik hingga di tempat ibadah.

Spanduk anti terorisme.
Spanduk anti terorisme. (Warta Kota/Muhammad Azzam)

Candra menyebut pemasangan spanduk itu bertujuan untuk mengingatkan masyarakat terkait bahayanya gerakan radikalisme dan terorisme.

"Masih banyak masyarakat yang tak sadar dan paham bahayanya gerakan itu. Kita beri pemahaman dan ajak masyarakat tolak hal itu," ungkap Candra.

Pesan Kapolda Metro Dalam Kuliah Umum di STAN, Intoleransi Bisa Berbuah Radikalisme dan Terorisme!

Pihak Polres Metro Bekasi juga bersama Unsur Pimpinan Daerah Kabupaten Bekasi melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota kesepahaman untuk mencegah paham radikalisme.

Unsur Muspida itu terdiri dari Bupati Bekasi, Kapolres Metro Bekasi, Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi, MUI Kabupaten Bekasi, dan Kementerian Agama Kabupaten Bekasi.

Nota Kesepahaman tersebut berisi tentang kesepakatan bersama dalam rangka pencegahan penyebaran pemahaman radikalisme di Kabupaten Bekasi.

Kemensos Tidak Tangani Simpatisan Terorisme

"Pemasangan spanduk bukan dari Polres saja, dari Pemda dan Kodim juga ikut pasang spanduk tolak radikalisme dan terorisme itu di beberagai lokasi," jelas dia.

Terkait maraknya teroris di Bekasi, Candra meminta agar para ketua RT dan RW mengaktifkan kembali gerakan 1X24 jam tamu wajib lapor.

"Aktifkan lagi 1×24 jam wajib lapor. Jangan sampai cuek dengan lingkungan sekitar. Laporkan kalau ada yang mencurigakan," ucap dia.

Pengamatan Wartakota, beragam tulisan spanduk berisikan seperti 'Teroris Bukan Jihad, Teroris itu Jahat', 'Kami Menolak Radikalisme dan Terorisme', 'Masjid Ini Tempat Ibadah Menolak Radikalisme dan Terorisme', hingga 'Waspada Bayaha Paham Terorisme dan Radikalisme Disekitar Anda'.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved