Ungkap Mafia Tanah, Kapolda Metro, Direskrimum dan Penyidik, Diberi Penghargaan Menteri ATR/BPN

Ungkap Mafia Tanah, Kapolda Metro, Direskrimum dan Penyidik, Diberi Penghargaan Menteri ATR/BPN.Simak selengkapnya.

Ungkap Mafia Tanah, Kapolda Metro, Direskrimum dan Penyidik, Diberi Penghargaan Menteri ATR/BPN
WARTA KOTA/BUDI SAM LAW MALAU
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (BPN) memberikan penghargaan kepada 21 anggota Polda Metro Jaya dan Polda Banten, Jumat (11/10/2019). 

KEMENTERIAN Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (BPN) terus bersinergi dengan kepolisian untuk memberantas mafia tanah.

Sejak 2018 Kementerian ATR/BPN juga telah menandatangani nota kesepakatan (MoU) dengan Polri.

Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan A Djalil mengapresiasi kinerja kepolisian, khususnya Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Polda Banten yang berhasil mengungkap sejumlah kasus mafia tanah.

Ini Tips Agar Terhindar dari Aksi Penipuan Sindikat Mafia Tanah

Menurut Sofyan, kinerja pihak kepolisian sangat signifikan dalam upaya pemberantasan mafia tanah. Oleh karena itu, pihaknya memberikan penghargaan kepada 21 anggota Polda Metro Jaya dan Polda Banten.

“Penghargaan yang kami berikan tidak banyak, tapi ini apresiasi yang bisa kami berikan,” kata Sofyan di gedung Kementerian ATR/BPN, Jumat (11/10/2019).

Kendati masih dibilang sangat kecil, namun kata Sofyan, keberadaan mafia tanah sangat mengganggu proses investasi. Pasalnya investor merasa khawatir, jika ingin berinvestasi di Indonesia.

“Kasus di Banten, satu kasus ini bisa menghambat investasi paling sedikit Rp 50 triliun. Dampaknya luar biasa. Dengan kerja sama dengan kepolisian masalah ini terungkap. Ini adalah apresiasi dari kami. Tugas kepolisian dan tugas bersama,” kata Sofyan.

WOM Finance Ubah Susunan Direksi Lewat RUPSLB

Karena itu, Sofyan hendak mengucapkan terimakasih kepada polda dan seluruh pimpinan kepolisian yang berhasil mengungkap kasus mafia tanah di Banten.

“Dari hati yang terdalam saya ucapkan terimakasih, saya yakin lewat kerjasama ini negeri kita akan lebih baik,” kata Sofyan.

Sementara itu, Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Suyudi Ario Seto mengatakan bagaimana sindikat mafia tanah ini bekerja. Di Jakarta, ada 4 sindikat besar terkait properti dan apartemen. Tiga di antaranya terkait mafia properti yaitu kelompok AR, AC, DH, dan untuk mafia apartemen adalah kelompok yang baru.

“Kerugian keempat jaringan ini ditaksir mencapai Rp 300 miliar,” katanya.

Modus operandi diawali dengan berpura-pura melakukan jual-beli properti. Kelompok ini berperan, dengan berpura-pura menjadi agen properti, termasuk di dalamnya ada penjual dan pembeli, yang ternyata abal-abal.

Ini 15 Barang Bukti Hasil Pengeledehan Terduga Teroris di Bekasi, Buku Bacaan hingga Kabel dan Paku

“Pembeli aset properti dengan nilai yang sudah disepakati, transaksi, hingga ada DP agar meyakinkan. Aksi jual beli ditentukan di tempat yang memberikan keyakinan di kantor notaris, yang ternyata fiktif,” jelasnya.

Lokasi kantor Notaris didesain sedemikian rupa, ada papan nama, staf kenotarisan yang juga figur-figur dibuat dan diciptakan sedemikian rupa. Setelah adanya pertemuan dengan pihak pembeli dan penjual, pihak pembeli meminta sertifikat dari si penjual dengan dalih untuk dicek ke pihak BPN.

“Di sinilah terjadi perpindahan penjual ke pembeli. Kemudian pembeli abal-abal melakukan upaya pemalsuan dokumen, sertifikat, kemudian pemalsuan identitas lain; KTP, KK bahkan dibuat kartu surat cerai yang tentunya digunakan melakukan untuk transaksi lainnya di pihak berizin," katanya.

Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved