Berita Jakarta

Selama Car Free Day, Badan Pajak DKI Kumpulkan Rp 95 juta

Duit sebanyak ini diperoleh dari wajib pajak (WP) yang menyetor kewajibannya kepada pemerintah melalui Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat

Selama Car Free Day, Badan Pajak DKI Kumpulkan Rp 95 juta
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Loket pajak kendaraan bermotor (PKB) yang dibuka oleh Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI 

Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta mengumpulkan pajak kendaraan bermotor (PKB) sebesar Rp 95.167.600 atau Rp 95 juta selama empat jam.

Duit sebanyak ini diperoleh dari wajib pajak (WP) yang menyetor kewajibannya kepada pemerintah melalui Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Keliling di sekitar Bundaran Hotel Indonesia, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (13/10/2019) pagi.

Kepala Unit Pelayanan Penyuluhan dan Layanan Informasi (UPPLI) pada BPRD DKI Jakarta, Mulyo Sasongko mengatakan, PKB dikumpulkan saat petugas membuka Samsat Keliling di lokasi hari bebas kendaraan atau car free day (CFD). Setiap Minggu pagi, petugas membuka layanan ini dari pukul 06.30 sampai 10.30.

"Pajak sebesar Rp 95 juta lebih yang disetor ini diperoleh dari 185 kendaraan," kata Mulyo pada Minggu (13/10/2019).

Mulyo merinci, untuk 165 kendaraan roda dua penerimaan pajaknya mencapai Rp 40.594.500. Sedangkan kendaraan roda empat sebanyak 20 unit, total penerimaan pajaknya sebesar Rp 54.603.100.

"Prosesnya tidak lama yah sekitar lima menit, karena hanya membawa Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) asli dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli," ujarnya.

Dia mengklaim, para WP sangat menyambut baik pelayanan ini. Selain bisa memudahkan mereka dalam menunaikan kewajibannya sambil berolahraga, mereka juga mendapat keringanan pajak daerah berupa pemotongan pokok pajak dan penghapusan denda bagi yang jatuh tempo.

Tercatat ada sembilan jenis pajak yang dendanya dihapuskan. Di antaranya pajak hotel, hiburan, parkir, air tanah, restoran, reklame, PKB, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB), serta Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).

Dari sembilan jenis pajak itu, tiga di antaranya yang mendapat potongan pokok pajak dari 25 sampai 50 persen adalah PKB, BBN-KB dan PBB-P2.

Untuk BBN-KB, pokok pajak dikenakan potongan 50 persen bagi yang mengurus kepemilikan kendaraan tangan kedua dan seterusnya. Kemudian untuk PKB, pokok pajaknya dikenakan potongan 50 persen bagi penunggak dari tahun 2012 ke bawah.

Sedangkan penunggak PKB dari periode 2013 sampai 2016 mendapat potongan pokok pajak 25 persen. Kemudian penunggak PBB-P2 dari tahun 2013 sampai 2016 mendapat potongan tunggakan 25 persen dan penghapusan denda.

"Keringanan pajak daerah ini sudah digelar pemerintah dari Senin (16/9/2019) lalu dan berakhir pada Senin (30/12/2019) mendatang. Tidak hanya di Samsat Keliling, masyarakat juga bisa membayar pajaknya di Samsat lima wilayah Jakarta," ungkapnya.

Kepala BPRD DKI Jakarta Faisal Syafruddin menambahkan, program keringanan pajak diharapkan bisa meringankan WP dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya yang tertunda.

"Keringanan pajak diberikan supaya si wajib pajak tertib administrasi, sadar kewajiban membayar pajak, dan target penerimaan pajak terlampaui," kata Faisal.

Kegiatan Samsat Keliling di CFD juga diramaikan dengan sejumlah pertunjukan, salah satunya penampilan Cakra Metro Band yang personelnya berasal anggota kepolisan Ditlantas Polda Metro Jaya. "Tiap hari Minggu kami laksanakan semeriah ini, saya nilai cukup efektif. Warga yang mengikuti kegiatan olahraga di sini bisa terinformasikan dan menginformasikan kembali kepada tetangga," ujarnya. (faf)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved