Kenali 3 Marka Jalur Sepeda di Jalan Raya, Melanggar Bisa Ditilang dan Denda Rp 500.000

Kenali 3 Marka Jalur Sepeda di Jalan Raya, Melanggar Bisa Ditilang dan Denda Rp 500.000. Sekarang masih tahap sosialisasi, belum ada penindakan.

Kenali 3 Marka Jalur Sepeda di Jalan Raya, Melanggar Bisa Ditilang dan Denda Rp 500.000
Warta Kota/Rangga Baskoro
Jalur sepeda di ruas Jalan Pemuda hingga Jalan Pramuka belum dipasangi rambu penanda. 

Pemprov DKI Jakarta sedang membangun sejumlah jalur sepeda. Jalur khusus sepeda ini dilengkapi rambu-rambu dan marka.

Bahkan ke depan, pelanggaran jalur sepeda bisa dikenai sanksi berupa penilangan dan denda sesuai peraturan yang berlaku.

Ada baiknya mengenal rambu-rambu dan marka jalan jalur sepeda di Ibu Kota.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menjelaskan soal kegunaan marka pembatas antara jalur sepeda dengan kendaraan lain di jalan raya.

Syafrin menyebutkan, ada tiga marka yang membatasi jalur sepeda.

Yang pertama garis putih solid (tersambung), garis putih putus-putus, dan marka atau penanda di jalan dengan cat hijau.

"Jadi untuk marka solid yang putih tujuannya adalah untuk menandakan di jalur tersebut adalah jalur sepeda.

Kemudian marka hijau itu untuk mengingatkan seluruh pengendara apakah itu pesepeda atau pengendara motor bahwa mulai memasuki jalur sepeda," ujar Syafrin di Terowongan Kendal, Sudirman, Jakarta Pusat, Sabtu (12/10/2019).

Untuk marka dengan garis putus-putus disebut dengan mix traffic yang artinya bisa dilintasi secara bersama baik pesepeda maupun pengendara lainnya.

"Begitu markanya putihnya putus-putus itu bersama-sama, itu mix traffic," ucapnya.

Halaman
1234
Editor: Mirmo Saptono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved