Berita Bekasi

KASUS Penusukan Wiranto, Kota Bekasi Disebut-Sebut Jadi Sarang Teroris, Polisi Ungkap Penyebabnya

Saat ini, wilayah Kota Bekasi disebut sarang teroris, sebab belum lama ini polisi gerebek dan tangkap teroris di Bekasi.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Panji Baskhara
Kolase Warta Kota/ YouTube Kompas Tv
Dua pelaku penusukan Menkopolhukam Wiranto di Pandeglang Banten, Kamis (10/10/2019). 

"Tentunya kewaspadaan kita tingkatkan, kita engga boleh underestimate dengan situasi apapun. Kejadian itu bisa terjadi dimana saja," paparnya. (MAZ)

Penusuk Wiranto dari JAD Bekasi

SA alias Abu Rara, pelaku penusukan Menko Polhukam Wiranto, diketahui sebagai anggota JAD Bekasi.

Atas hal tersebut, Wakil Walikota Bekasi, Tri Adhianto mengajak bersama-sama mencegah faham radikalisme, konflik sosial serta menjaga kearifan lokal.

Saat Wiranto ditusuk secara membabi buta oleh pelaku.
Saat Wiranto ditusuk secara membabi buta oleh pelaku. (Instagram)

Ia berpesan kepada masyarakat Kota Bekasi untuk berperan serta dalam menjaga kondusifitas kota, terlebih penduduk Kota Bekasi dikenal memiliki latar belakang masyarakat yang majemuk.

“Masyarakat diharapkan mampu mendeteksi dini dan segera melapor ke aparat keamanan apabila mengetahui gerakan radikalisme dan terorisme, ini ancaman terbesar setelah narkoba," ujar pria yang akrab disapa Mas Tri, Minggu (13/10/2019).

Lebih lanjut, Mas Tri mengatakan bahwa penghargaan kota toleran yang di raih Kota Bekasi merupakan capaian yang harus di pertahankan oleh masyarakat.

Sehingga harmonisasi lintas ras, suku dan agama terus berlangsung, dan generasi muda di Kota Bekasi punya andil untuk mempertahankan suasana harmoni tersebut.

Diharapkannya masyarakat khususnya generasi milenial harus bisa membedakan dan menghindari paham-paham tersebut.

Sehingga tidak mudah terpengaruh paham radikalisme yang menjurus pada tindakan terorisme.

“Ini penting maka harus sering dilakukab sosialisasi agar masyarakat dapat membedakan mana ajaran yang benar, mana yang tidak benar dan mana yang harus mereka tolak," kata dia.

Terlebih di era digitalisasi ini, lanjut Tri, paham-paham tersebut bisa tersebar dengan mudahnya melalui segala bentuk tanpa jelas siapa yang bertanggung jawab.

"Semua harus berperan, apalagi Bekasi ini disebut sebagai sarang teroris ada seringkali penangkapan teroris terjadi di Bekasi," jelas dia.

Untuk antisipasi pergerakan teroris di Bekasi, Tri meminta para RT/RW, Kelurahan hingga Kecamatan rutin menggelar pendataan penduduk.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved