Berita Jakarta

Gencarkan GISA Di Jakarta, Dukcapil Harapkan Masyarakat Pro-Aktif

Pengetahuan Administrasi kependudukan dan catatan sipil di masyarakat masih cukup minim.

Gencarkan GISA Di Jakarta, Dukcapil Harapkan Masyarakat Pro-Aktif
Warta Kota/Dwi Rizki
Yadi Rusmayadi, Plt Kasudin Dukcapil Jakarta Pusat 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Rangga Baskoro

GAMBIR, WARTAKOTALIVE.COM -- Pengetahuan administrasi kependudukan dan catatan sipil di masyarakat masih cukup minim.

Oleh sebab itu, Suku Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Pusat kerap melakukan program jemput bola.

Program yang dilakukan dengan cara menyambangi permukiman masyarakat tersebut diharapkan bisa menyadarkan masyarakat terkait pentingnya administrasi kependudukan dan catatan sipil.

Sudin Dukcapil Jakut membuka layanan kependudukan di SDI Al Islamiyah, RW 03 Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (18/7/2019).
Sudin Dukcapil Jakut membuka layanan kependudukan di SDI Al Islamiyah, RW 03 Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (18/7/2019). (WartaKota/Junianto Hamonangan)

"Kami kan sedang menyosialisasikan GISA (Gerakan Indonesia Sadar Adminduk) memang kami sisir seluruh kecamatan di DKI Jakarta," ucap Plt Kasudin Dukcapil Jakarta Pusat, Yadi Rusmayadi ketika dikonfirmasi Warta Kota, Sabtu (12/11).

Terlebih nanti, data kependudukan tersebut nantinya akan disetorkan kepada Kementerian Dalam Negeri sebagai data base terintegrasi, baik KTP, KK, dan bahkan KIA (Kartu Identitas Anak).

Hal yang sering terjadi, masyarakat baru mengurus kelengkapan dokumen mana kala membutuhkan sebagai syarat prosedur tertentu.

Kartu Identitas Anak (KIA) yang sudah jadi di Sudin Dukcapil Jakarta Pusat, Selasa (27/11/2018).
Kartu Identitas Anak (KIA) yang sudah jadi di Sudin Dukcapil Jakarta Pusat, Selasa (27/11/2018). (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)

"Selain petugas yang pro aktif, masyarakatnya juga ikut sadar. Karena pelayanan publik kedepannya akan menggunakan data adminduk dari kami, artinya jangan sampai ketika butuh, baru diurus kelengkapan datanya dan minta buru-buru," jelasnya.

Seperti misalnya saat seorang bayi lahir, guna melakukan program jemput bola, pihaknya telah bekerjasama dengan RS daerah maupun swasta agar langsung dibuatkan akte kelahiran, KIA beserta pemuktahiran KK.

"Seharusnya memang ketika bayi baru lahir, kepengurusam dokumennya paketan, urus akte kelahiran, KIA dan perubahan data di KK orang tuanya.

Halaman
123
Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved