Distribusi KIA di Jakarta Timur Sampai Oktober 2019 Baru Mencapai 50 Persen, Ini Alasannya

KIA di Jakarta Timur baru mencapai lima puluh persen dari total anak-anak yang lahir di kawasan tersebut.

Distribusi KIA di Jakarta Timur Sampai Oktober 2019 Baru Mencapai 50 Persen, Ini Alasannya
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Kartu Identitas Anak (KIA) yang sudah jadi di Sudin Dukcapil Jakarta Pusat, Selasa (27/11/2018). 

Distribusi KIA Di Jakarta Timur Hingga Oktober 2019 Masih Mencapai 50 Persen

Pendistribusian Kartu Identitas Anak (KIA) di Jakarta Timur baru mencapai lima puluh persen dari total anak-anak yang lahir di kawasan tersebut.

Kepala Suku Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Kasudin Dukcapil) Jakarta Timur, Sukma Wijaya menjelaskan jumlah anak-anak yang lahir di Jakarta Timur ada sebanyak ratusan ribu jiwa.

"Dari jumlah usia anak di bawah 17 tahun, anak-anak di Jakarta Timur ada sebanyak 900 ribuan," kata Sukma saat dikonfirmasi, Sabtu (12/11).

Hinga awal Oktober 2019, jumlah KIA yang telah didistribusikan baru mencapai setengahnya saja, yakni berkisar 450 ribu kartu kepada masyarakat. Pihaknya menargetkan untuk bisa mendistribusikan KIA sebanyak 85 persen hingga akhir tahun 2019.

"Sampai dengan awal Oktober 2019, KIA yang telah tercetak diatas 450 ribuan, sedangkan untuk target sampai akhir tahun 2019, mencapai kurang kebih 85 persen," katanya.

Sukma menambahkan pihaknya terus melakukan kegiatan guna mengejar pencapaian distribusi KIA bagi masyarakat. Beberapa langkah yang dilakukan di antaranya mendatangi sekolah-sekolah di kawasan Jakarta Timur.

"Untuk mengejar target tersebut, kami bekerja sama dengan Sudin Pendidikan, melalui sekolah SD maupun SMP yang ada di Jakarta Timur. Kami melakukan pendataan dan pengumpulan berkas persyaratan pencetakan KIA bagi yang belum memiliki. Hasilnya Alhamdulillah cukup banyak," ungkap Sukma.

Kendala yang dialami bukan lah ketersediaan blanko, melainkan kurangnya tenaga beserta alat cetak yang tak sebanding dengan pengajuan KIA.

"Kendala yang kami hadapi sekarang adalah kurangnya tenaga dan alat cetak. Sementara berkas permohonan dari sekolah cukup banyak, kalau blanko Insya Allah tidak kekurangan, karena pengadaannya dari Dinas sendiri sudah memadai," tuturnya. (abs

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved