Didesak Baja Impor Murah, PT Tatalogam Konsisten Cetak Produk SNI

Produksi baja lokal pun menurun drastis hingga memicu aksi gulung tukar sejumlah produsen baja lokal.

Didesak Baja Impor Murah, PT Tatalogam Konsisten Cetak Produk SNI
istimewa
Suasana pabrik PT Tatalogam, Jakarta Utara. Aneka produk PT Tatalogam, seperti genteng metal Multi Roof, Surya Roof, Sakura Roof dan baja ringan TASO diproduksi di pabrik tersebut. 

Desakan baja impor asal Tiongkok pada pasar Indonesia membuat sejumlah produsen baja lokal terhimpit.

Produksi baja lokal pun menurun drastis hingga memicu aksi gulung tukar sejumlah produsen baja lokal.

Fenomena tersebut disesalkan Vice Presiden PT Tatalogam, Stephanus Koeswandi.

Beragam upaya, termasuk diskusi dengan pihak pemerintah lewat Kementerian Perindustrian Republik Indonesia dan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dalam menyelamatkan industri baja lokal telah ditempuh, tetapi belum banyak perubahan.

Pajak STNK Mati, Penjara atau Denda Setengah Juta Rupiah Menanti Anda, Ini Tarif Pajak Progresif

Oleh karena itu, dirinya menegaskan, langkah produsen baja lokal dalam meraih pasar dalam negeri tidak boleh hanya bertumpu pada kebijakan pemerintah.

Persaingan usaha katanya harus dihadapi dengan terjaganya kualitas produk lewat Standar nasional Indonesia (SNI)

Pasalnya seperti diketahui, sejumlah produk baja impor memiliki kualitas lebih rendah dibandingkan baja lokal.

Hal tersebut dijelaskannya sejalan dengan Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2018 serta Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 13 Tahun 2019.

Diserang Wanita Bercadar dan Pria Berjanggut, Potret Keluarga Wiranto Sangat Religius

"Kami selalu menjaga kualitas dan menjaga konsistensi, jadi apa yang kita janjikan kepada pelanggan-pelanggan kami dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Papua selalu kami dahulukan. Jadi sampai sekarang pun tidak ada sama sekali komplain kepada kami," ungkapnya Stephanus Koeswandi ditemui di bilangan SCBD, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Sabtu (12/10/2019).

Lewat produk berstandar nasional, Stephanus yakin pasar dalam negeri dapat kembali diraih para pengusaha baja lokal.

Di Ujung Tanduk, Nasib Pikap Mungil Daihatsu Hi-Max, Tahun Depan Belum Tahu Dipasarkan atau Tidak

Halaman
12
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved