Revisi UU KPK

Adian Napitupulu Jelaskan Beda Kondisi Kini dan Orde Baru, Lalu Tantang Mahasiswa Lakukan Ini

POLITIKUS Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Adian Napitupulu menyampaikan pesan kepada para mahasiswa.

Adian Napitupulu Jelaskan Beda Kondisi Kini dan Orde Baru, Lalu Tantang Mahasiswa Lakukan Ini
TRIBUNNEWS/GITA IRAWAN
Adian Napitupulu saat menghadiri acara Peringatan Trgaedi Trisakti 12 Mei 1998 di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Minggu (12/5/2019). 

POLITIKUS Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Adian Napitupulu menyampaikan pesan kepada para mahasiswa.

Utamanya, bagi mahasiswa yang mendesak Presiden Jokowi mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hasil revisi.

Menurutnya, jalan atau aksi demonstrasi menjadi pilihan ketika tidak ada saluran untuk menyampaikan gagasan.

Sahabat Ungkap Akbar Alamsyah Ikut Demonstrasi Rusuh karena Terpancing Video di Instagram

Hal itu ia sampaikan seusai menghadiri Diskusi Publik bertajuk 'KPK MAU DIBAWA KEMANA: Perlukah Presiden Mengeluarkan Perppu UU KPK?'

"Jalan itu menjadi pilihan ketika tidak ada tempat, pintu, saluran untuk menyampaikan gagasan."

"Kalau sudah ada?" katanya di Auditorium Lantai VIII Kampus Merah Putih Universitas 17 Agustus 1945, Jakarta Utara, Jumat (11/10/2019).

Pasutri Penikam Wiranto Berharap Ditembak Polisi Hingga Tewas Agar Dianggap Mati Jihad

Adian Napitupulu menjelaskan, kondisi Indonesia saat ini berbeda dari kondisi yang dihadapinya dahulu saat menjatuhkan rezim Orde Baru.

Bedanya, dahulu negara tidak menyediakan saluran kepada mahasiswa dan para aktivis pro demokrasi untuk menyampaikan pendapat.

Kini, lanjutnya, ada Mahkamah Konstitusi sebagai lembaga tertinggi negara yang bertugas sebagai wasit dalam perbedaan pandangan antara mahasiswa, pemerintah, dan DPR, soal revisi Undang-undang KPK.

Polisi Ungkap Penikam Wiranto Beraksi karena Stres, Tak Kenal Siapa Targetnya

"Dulu kenapa 1998 kita turun ke jalan? Dulu ada undang-undang apa pun tidak bisa digugat."

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved