Berita Video

VIDEO: Polisi Sudah Intai Penusuk Wiranto Selama Tiga Bulan, Tak Bisa Ditangkap Sebelum Beraksi

kita masih monitoring karena bukti permulaan kejahatan belum ada bukti cukup. Ini yang kita lakukan pada Abu Rara

VIDEO: Polisi Sudah Intai Penusuk Wiranto Selama Tiga Bulan, Tak Bisa Ditangkap Sebelum Beraksi
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Keterangan pers kasus penusukan Menko Polhukam Wiranto. 

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo mengakui bahwa pihaknya sudah mengintai Syahril Alamsyah (31) alias Abu Rara dan istri, pelaku penikaman Menko Polhukam Wiranto, selama 3 bulan belakangan.

Namun pihaknya kata Dedi saat itu belum dapat membekuk Abu Rara, karena belum ada bukti permulaan kejahatan yang cukup. "Jadi masih dimonitoring karena belum ada bukti permulanan kejahatan yang cukup, seperti perencanaan amaliyah atau sudah melakukan amaliyah," kata Dedi di Mabes Polri, Jumat (11/10/2019).

Dedi menjelaskan ada lima langkah pola kerja jaringan teroris yang biasa dilakukan.

"Pertama berjaga-jaga. Ini perencanaan awal juga denhan membangun komunikasi intens menggunakan medsos. Juga komunikasi secara verbal atau langsung. Setelahnya di situ ada tokoh yang bisa rekruitmen kepada orang yang memiliki simpatik kepada perjuangan ISIS. Mereka yang merasa simpati dalam rangka mematangkan mental spriritual dari sisi visi," papar Dedi

Setelah itu, kedua kata Dedi adalah tahap taklim khusus yaknk kepada orang-orang yang sudah meliputi tahapan itu khususnya di medsos.

Setelah itu katanya ada penilaian dari yang merekrut baru. "Lalu nanti ketahap tiga yakni mereka merencanakan Idad pelatihan perang-perangan seperti yang dilakukan kelompok Abu Zee. Dimana melaksanakan Idad di Gunung Halimun secara terang-terangan," kata Dedi.

Lalu langkah terakhir yakni keempat dan kelima kata Dedi merencanakan amaliyah dan melakukan amaliyah.

"Bisa dengan suicide bomber, atau bom lainnya maupun dengan sajam dan lain-lain. Sasaran bisa kelompok atau tempat," kata Dedi.

Baru ditahap ke 4 dan ke 5 ini kata Dedi, dengan bukti permulaan yang ada Densus 88 bisa melakukan penindakan atau preventif strike.

"Di tahap atau langkah ke 4 dan 5 inilah, Polri dengan bukti permulaan yang cukup baru bisa preventif strike. Sebelum ada langkah 4 dan 5, kita masih monitoring karena bukti permulaan kejahatan belum ada bukti cukup. Ini yang kita lakukan pada Abu Rara dan masih kita monitoring setelah Abu Zee ditangkap," kata Dedi.

Halaman
1234
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved