Saling Nyinyir di Medsos Jadi Penyebab Utama Pasutri di Depok Tidak Harmonis dan Memilih Bercerai

“Pada tahun 2018 kami menerima kasus perceraian sebanyak 3525 kasus. 892 perkara dilayangkan pihak Suami (cerai talak), dan 2673 diajukan pihak Istri

Saling Nyinyir di Medsos Jadi Penyebab Utama Pasutri di Depok Tidak Harmonis dan Memilih Bercerai
Warta Kota/Gopis Simatupang
Angka perceraian di Kota Depok terbilang tinggi. 

Media sosial (Medos) zaman sekarang tampaknya tak hanya berdampak positif, namun juga bisa membuat keharmonisan pasangan suami istri (pasutri) berubah drastis.

Bagaimana tidak, dari data yang dimiliki Pengadilan Agama (PA) Kelas 1A Depok, tercatat latar belakang perceraian salah satunya disebabkan oleh tindak tanduk seseorang di Medsos.

“Penyebabnya pertengkaran dan media sosial (medsos) yang sering kami terima,” ujar Humas Pengadilan Agama Kelas 1A Depok, Dindin Syarief, ditemui Wartakotalive.com di kantornya di Pengadilan Agama, Grand Depok City, Cilodong, Depok, Jumat (11/10/2019).

Dindin mengatakan, setiap harinya PA Depok menerima 20-25 laporan kasus perceraian.
Jumlah kasus tersebut dikatakan Dindin mengalami peningkatan tiap tahunnya.

Untuk bulan September saja, Dindin mengaku pihaknya menerima laporan perceraian sebanyak 291 kasus.

Dari 291 kasus, 210 diantaranya merupakan kasus perceraian dengan penyebab utamanya adalah perselisihan atau pertengkaran terus menerus.

“Banyak keluarga yang mengajukan perceraian berdasarkan perselisihan yang diakibatkan oleh media sosial, diantaranya Instagram, WhatsApp, Facebook,” kata Dindin.

Tak hanya itu, jika berkiblat pada data 2018, Dindin mengatakan bahwa pihak penggugat berasal dari istri.

“Pada tahun 2018 kami menerima kasus perceraian sebanyak 3525 kasus. 892 perkara dilayangkan pihak Suami (cerai talak), dan 2673 diajukan pihak Istri (cerai gugat),” tutur Dindin.

Adapun data kasus di Pengadilan Agama Kota Depok pada 2019 antara lain, Januari 292 kasus, Februari 304, Maret 305, April 270, Mei 270, Juni 47, Juli 131, Agustus 291, dan September 351 kasus.

Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved