Saefullah: Bangun Rumah Lapis Tak Perlu Revisi Perda

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan pembangunan rumah lapis di Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara tidak perlu merevisi payung hukum.

Saefullah: Bangun Rumah Lapis Tak Perlu Revisi Perda
Warta Kota/Lutfhi Khairul Fikri
Maket Kampung Akuarium yang sedang dipamerkan di Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (24/9/2019). 

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan pembangunan rumah lapis di Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara tidak perlu merevisi payung hukum yang ada. Demikian diungkap Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Jumat (11/10/2019).

Saefullah menjelaskan, payung hukum yang dimaksud adalah Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2014 tentang Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi (RDTR dan PZ).

“Perda 1/2014 kita itu memang sudah waktunya untuk di-PK (Peninjauan Kembali) dan tahun 2020 waktunya evaluasi,” kata Saefullah.

Mabes Polri Sebut Kapolsek Menes Benar-benar Jadi Perisai saat Wiranto Ditikam

Kampung Akuarium Disiapkan Menjadi Destinasi Wisata di Jakarta Utara

Dispatch Buktikan Klaim Ku Hye Sun Kalau Ahn Jae Hyun Selingkuh Tidak Benar

Pernyataan Saefullah sekaligus mengklarifikasi anggapan PK yang dilakukan DKI untuk memasukan rencana pembangunan rumah lapis di Kampung Akuarium.

Kata Saefullah, zona Kampung Akuarium di peta tata ruang berwarna merah, sehingga bisa digunakan untuk sarana pemerintah, termasuk kepentingan masyarakat.

“Sudah kami cek tadi itu peruntukannya ke Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan dan warnanya merah. Saya rasa kalau boleh memilih, antara kantor kelurahan di situ dengan tempat permukiman masyarakat, saya rasa Pemprov DKI Jakarta akan angkat bendera, ini lebih penting untuk masyarakat,” ujar Saefullah.

Karena itu, pada 2020 mendatang Pemprov DKI Jakarta bakal membangun rumah lapis di Kampung Akuarium. Bahkan DKI telah membangun rumah tinggal sementara bagi warga yang pernah digusur pada 2016.

“Jadi itu bisa dibangun untuk permukiman saudara-saudara kita yang di Kampung Akuarium, pasti bisa. Sebelah kiri dan kanannya sudah kami bangun hunian sementara bentuknya letter C. Ada kelompok A, B dan C,” katanya.

Ussy Sulistyawati Sampai Membuat Kantor dan Membangun Tim Untuk Mengisi Konten YouTube

Prabowo Pastikan Penusukan Wiranto Bukan Rekayasa, Alasannya Ditangani 9 Dokter Senior RSPAD

Kisah Kopassus Dikepung Pemberontak

Bagian tengah, lanjut Saefulah, akan dijadikan permukiman dengan pemandangan ke laut. “Jadi, bisa tembus ke Kalimantan, calon ibu kota. Dari situ tentunya pakai teropong mutakhir ya,” tambahnya berkelakar.

Sementara untuk PK Perda RDTR-PZ, kata Saefullah, Pemprov DKI Jakarta melakukan PK untuk menyesuikan kondisi saat ini. Hal ini menyusul banyaknya proyek startegis nasional dan daerah sehingga diperlukan PK antara eksekutif dengan legislatif.

“PK itu maksimal terjadi perubahan 20 persen dari komposisi sebelumnya. Ini pun harusnya dimanfaatkan terkait dengan program strategis nasional dan daerah yang harus kami eksekusi,” kata Saefullah.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Agus Himawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved