Wiranto Diserang

Pengembangan Kasus Penikaman Wiranto, Densus 88 Bekuk Empat Terduga Teroris Jaringan Abu Rara

Pengembangan Kasus Penikaman Wiranto, Densus 88 Bekuk Empat Terduga Teroris di Manado, Bandung, dan Bali jaringan Abu Rara

Pengembangan Kasus Penikaman Wiranto, Densus 88 Bekuk Empat  Terduga Teroris Jaringan Abu Rara
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo saat jumpa pers mengenai penangkapan terduga teroris, Jumat (11/10/2019). 

Alat itu biasa digunakan sebagai alat bantu untuk memanjat dinding dan bisa juga untuk senjata dalam pertarungan jarak dekat.

"Awalnya sempat dihadang petugas tapi keduanya memaksa sehingga akhirnya bisa menyerang. Lalu pertama kena Pak Fuad, lalu kena Wiranto. Terus istrinya menyerang ke kapolsek hingga luka punggung," kata Dedi.

Sang istri kata Dedi kemudian kembali berupaya menyerang Kapolda Banten.

"Kemudian ditepis dengan tongkat komando. Melihat istinya ditangkap Abu Rara coba berontak dia masih pegang kunai. Akhirnya ajudan kena juga. Yang bersangkutan masih dalam pemeriksaan Densus 88 sampo kini dan masih dikembangkan," kata Dedi.

Menurut Dedi, Abu Rara dan istrinya terafiliasi ke JAD Bekasi pimpinan Abu Zee Ghurobah, tapi tidak eksplisit menjadi bagian struktur JAD

"Sehingga di kelompok Abu Zee ini, Abu Rara tidak secara eksplisit mendeklair JAD Bekasi. Dia pertama bagian simpatisan. Dia juga sempat dinikahkan, kemudian pergi. Jadi kalau dia melakukan amaliyah diserahkan kepada masing-masing dan yang dilakukan Abu Rara, spontan," katanya.

Abu Zee sendiri dan 8 orang anggota kelompoknya sudah dibekuk Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri, Senin (23/9/2019) lalu.

Dari tangan mereka disita pula sejumlah bahan peledak dan bom rakitan.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Mirmo Saptono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved