Kabinet Jokowi

MUI Akui Muncul Desakan KH Maruf Amin Mundur sebagai Ketua Umum

Setelah terpilih sebagai Wakil Presiden RI KH Ma'ruf Amin hingga hari ini belum melepas jabatannya sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI).

MUI Akui Muncul Desakan KH Maruf Amin Mundur sebagai Ketua Umum
Warta Kota/Gopis Simatupang
Kiai Haji Ma'ruf Amin, didampingi Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Ni'am Sholeh (kanan), saat menjawab tudingan yang menyebut dirinya sulit ditemui wartawan pascaterpilih sebagai Wakil Presiden, saat ditemui di Margo Hotel, Jalan Raya Margonda, Kamis (25/7/2019). 

Setelah terpilih sebagai Wakil Presiden RI  KH Ma'ruf Amin hingga hari ini belum melepas jabatannya sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Ketua MUI Bidang Informasi dan Komunikasi, Masduki Baidowi tidak menampik adanya desakan sejumlah daerah pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V di Nusa Tenggara Barat untuk meminta Ketua Umum MUI KH Ma'ruf Amin mundur dari jabatannya pascadilantik menjadi Wakil Presiden RI pada 20 Oktober 2019.

"Memang ada desakan agar KH Ma'ruf Amin mundur setelah dilantik sebagai Wapres, tapi kembali lagi itu tergantung kehendak daerah," ujarnya di Mataram, Kamis  (10/10/2019) malam.

Ia menjelaskan, bila merujuk periodesasi masa jabatan, KH Ma'ruf Amin baru bisa meletakkan jabatan sebagai Ketua Umum MUI pada 2020, namun karena KH Ma'ruf Amin dilantik sebagai Wakil Presiden maka otomatis jabatan KH Ma'ruf Amin sebagai Ketua MUI bisa langsung mundur.

"Kalau mengikui aturan organisasi bisa selesai pada saat pelantikan. Nanti bisa saja tunjuk Pelaksana Tugas (Plt) atau seperti apa. Tapi kembali lagi semua itu tergantung perkembangan di daerah karena intinya MUI itu musyawarah mufakat," jelas Masduki Baidowi.

 Polda Metro Bekuk 8 Polisi Bandara Soetta yang Peras 5 Polisi Arab Saudi Sedang Liburan

 VIDEO POLITISI PDI Perjuangan Bentak-bentak dan Sebut Guru Besar UI Sesat, Dikecam Sejumlah Pihak

 Profesor UI Blak-blakan: Partai Pendukung Omong Kosong, Mana yang Bantu Jokowi?

 Detik-detik Perdebatan Arteria Dahlan dengan Emil Salim, Sempat Bikin Emil Salim Ikut Membentak

Menurut Masduki, di dalam Rakesnas di NTB tidak ada agenda pembahasan pergantian posisi Ketua MUI, sebab, forum tertinggi membahas pergantian posisi Ketua Umum ada di Musyawarah Nasional.

Sementara Rakernas sebagai forum di bawah Munas sifatnya akan membahas program-program kerja MUI ke depan.

"Di dalam agenda MUI Pusat tidak di agendakan itu, tapi sebagai forum yang posisi dan eksistensinya berada di bawah Munas bisa saja itu dibahas. Namun kembali lagi itu semua sangat tergantung dinamika daerah sepeti apa apakah ada usulan dari daerah dan bagaimana baiknya kita musyawarahkan," ucapnya.

Masduki menegaskan persoalan pergantian posisi Ketua Umum MUI tergantung dinamika yang terjadi di daerah.

Karena kalau mengikuti aturan Munas baru akan dilaksanakan antara bulan Agustus atau Oktober 2020.

Halaman
123
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved