Pelayanan Publik

Derita Warga Babelan Berangkat Subuh Urus Dokumen Kependudukan di Disdukcapil Kabupaten Bekasi

Warga Babelan itu harus menempuh jarak sekitar 25 kilometer atau nyaris dua jam perjalanan untuk menuju Kantor Disdukcapil Kabupaten Bekasi.

Derita Warga Babelan Berangkat Subuh Urus Dokumen Kependudukan di Disdukcapil Kabupaten Bekasi
Warta Kota/Muhammad Azzam
Warga Babelan harus menempuh jarak 25 kilometer atau sekitar dua jam perjalanan untuk menuju Kantor Disdukcapil Kabupaten Bekasi, yang berlokasi di Kompleks Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat tersebut. 

Amar (33), warga Babelan, Kabupaten Bekasi terpaksa harus berangkat subuh untuk mengurus dokumen kependudukan di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bekasi.

Kantor Disdukcapil Kabupaten Bekasi terbilang sangat jauh untuk dijangkau warga Babelan.

Warga Babelan itu harus menempuh jarak 25 kilometer atau sekitar dua jam perjalanan untuk menuju Kantor Disdukcapil Kabupaten Bekasi, yang berlokasi di Kompleks Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat tersebut.

"Jauhlah pastinya itu, tapi kalau engga berangkat habis subuh nomor antreannya keburu banyak. Ini tadi sampai sekitar jam 7 aja dapat nomor antrean 18," ujar Amar, kepada Wartakota, Jumat (11/10/2019).

Amar menyebut dirinya menuju kantor Disdukcapil Kabupaten Bekasi untuk mengurus pembuatan Akte Kelahiran anaknya yang belum lama lahir.

"Ini mau buat akte kelahiran sama nanti mau dimasukin nama anak saya ke Kartu Keluarga (KK)," jelas dia.

Letjen Purnawirawan Suryo Prabowo Unggah Detik Penikaman yang Dialami Wiranto dari Sudut Lebih Jelas

Setelah menunggu sekitar 7 jam, akhirnya akte kelahiran anaknya selesai. Akan tetapi ia perlu kembali lagi dikarenakan nama anaknya belum dimasukkan ke KK.

"Tadi selesai jam 2 siang, tapi nanti harus baliknya. Anak saya belum dimasukkin ke KK, suruh datang lagi dua hari kedepan nanti tinggal ambil," ungkap Amar.

Menurut dia sebenarnya proses pengurusan dokumen kependudukan di Kantor Disdukcapil Kabupaten Bekasi terbilang cepat dan tanpa dipungut bayaran.

Akan tetapi, ia berharap, agar pengurusan dokumen seperti akte kelahiran maupun KK bisa di Kecamatan.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved