BPOM Ungkap Enam Obat Temukan Positif Tercemar Zat N-nitrosodimethylamine (NDMA)

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah memeriksa 67 obat yang mengandung ranitidin.

BPOM Ungkap Enam Obat Temukan Positif Tercemar Zat N-nitrosodimethylamine (NDMA)
Warta Kota/Mohama Yusuf
Penny K. Lukito, Kepala Badan POM RI, dalam konferensi pers di kantor BPOM RI, Jalan Percetakan Negara, Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (11/10/2019) 

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)  telah memeriksa 67 obat yang mengandung ranitidin. Hasilnya enam di antaranya positif tercemar zat N-nitrosodimethylamine (NDMA)

Ranitidin adalah obat yang digunakan untuk pengobatan gejala penyakit tukak lambung dan tukak usus.

"Dari hasil pengujian Badan POM, hingga saat ini produk Ranitidin, yang terdeteksi mengandung cemaran NDMA berjumlah sembilan jenis produk dengan 67 nomor bets. NDMA yang bisa memicu timbulnya sel kanker," kata Penny K. Lukito, Kepala Badan POM RI, dalam konferensi pers di kantor BPOM RI, Jalan Percetakan Negara, Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (11/10/2019).

Lewsi Hamilton Siap Jajal Formula E

Petr Cech Jadi Pemain Hoki di Usia 37 Tahun

Nama Sutradara Bong Joon Ho Digunakan untuk Satu Bioskop di Texas

Oleh karena itu, lanjut Lukito, kepada industri farmasi pemegang izin edar dari produk Ranitidin yang dimaksud, diinstruksikan untuk lakukan recall. Yaitu terhadap seluruh bets produk yang terdeteksi mengandung cemaran NDMA.

"Sebagaimana disampaikan oleh US Food and Drug Administration (US FDA) dan European Medicine Agency (EMA). Pada tanggal 13 September 2019, US FDA dan EMA mengeluarkan peringatan tentang adanya temuan cemaran NDMA dalam jumlah yang relatif kecil pada sampel produk yang mengandung bahan aktif ranitidin. Dimana NDMA merupakan turunan zat Nitrosamin yang dapat terbentuk secara alami," jelasnya.

Beredar Video Jelas Penusukan Wiranto, Komika Ernest Prakasa : Terlalu Sadis Kalau Rekayasa

Rizky Pellu Menemani Ibu Menginap di Tenda Pengungsi

VIDEO: Athalla Naufal Putra Venna Melinda Jelaskan Kronologi Nyaris Dipukul Pakai Dongkrak

Studi global, lanjutnya, memutuskan nilai ambang batas cemaran NDMA yang diperbolehkan adalah 96 ng/hari (acceptable daily intake).

Bersifat karsinogenik jika dikonsumsi di atas ambang batas secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama. Hal ini dijadikan dasar oleh Badan POM dalam mengawal keamanan obat yang beredar di Indonesia.

"Dalam rangka kehati-hatian, Badan POM telah menerbitkan Informasi Awal untuk Tenaga Profesional Kesehatan pada tanggal 17 September 2019 terkait Keamanan Produk Ranitidin yang terkontaminasi NDMA," jelasnya.

Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Agus Himawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved