Wiranto Diserang

Kepala BIN Sebut Motif Penyerangan terhadap Wiranto Merupakan Motif Jaringan Teroris JAD

"Belum pada tahapan bom, tapi pola-pola seperti itu bisa juga dengan pisau senjata," ucap Kepala BIN Budi Gunawan di Gedung Paviliun RSPAD Gatot Subro

Kepala BIN Sebut Motif Penyerangan terhadap Wiranto Merupakan Motif Jaringan Teroris JAD
Tribunnews
Budi Gunawan 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Rizki Amana

SENEN, WARTAKOTALIVE.COM - Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan mengatakan, motif penikaman terhadap Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto berasal dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Budi G memastikan hal tersebut setelah pihaknya melakukan pemantauan secara intensif terhadap salah satu pelaku penyerangan, Abu Rara.

"Abu Rara sudah kita pantau beberapa kali mulai mengumpulkan pisau.

"Belum pada tahapan bom, tapi pola-pola seperti itu bisa juga dengan pisau senjata," ucap Kepala BIN Budi Gunawan di Gedung Paviliun RSPAD Gatot Subroto, Kamis (10/10/2019).

Selain itu, Budi Gunawan meyakini bahwa jaringan Abu Rara turut menyertakan banyak kelompok teroris yang tersebar di Indonesia.

Pasalnya, pelaku kerap berpindah-pindah tempat tinggal serta terdapat kaitannya dengan jaringan teroris yang telah diamankan Densus 88 Antiteror Mabes Polri di Bekasi, Jawa Barat pada, Senin (23/9/2019).

"Ini sudah pasti dari kelompok jaringan JAD, khususnya jaringan JAD Bekasi.

"Dan memang sel-sel seperti ini cukup banyak, sehingga kami mengimbau agar masyarakat tidak ikut dan memantau mengawasi sel-sel seperti ini," jelasnya.

Diberitakan Wartakotalive.com sebelumnya, Menkopolhukam Wiranto diserang dua pelaku di kawasan Banten, Kamis (10/10/2019) siang.

Wiranto ditusuk pada bagian perut dengan menggunakan senjata tajam kunai hingga mengalami luka kritis.

Selain Wiranto, pelaku turut menusuk Kapolsek Menes Kompol Heriyanto di bagian belakang.

Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyebut kronologi penyerangan pelaku secara tiba-tiba menikam Wiranto.

"Terduga pelaku masih diamankan di Polres Pandeglang, Polda Banten dan di back up Densus 88," ucap Dedi dikutip dari Wartakotalive.com. (m23).

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved