DKI Berencana Membangun Delapan Zona Jakarta Sewerage System di Tahun 2020

Sebanyak delapan zona Jakarta Sewerage System (JSS) atau Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) bakal dibangun di DKI Jakarta pada 2020.

DKI Berencana Membangun  Delapan Zona Jakarta Sewerage System di Tahun 2020
Istimewa
Limbah busa di Kanal Banjir Timur (KBT), tepatnya di Pintu Air Weir 3, Marunda, Cilincing, Jakarta Utara. 

“Karena pembangunannya sangat besar, penganggarannya juga dilakukan bertahap sehingga pengerjaannya dilakukan secara multi years (tahun jamak),” katanya.

Sedangkan pembangunan JSS yang dibangun JICA untuk zona tiga, empat dan tujuh, dilakukan di daerah Hutan Kota Srengseng, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat; IPLT Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur dan di wilayah Kamal-Pegadungan, Jakarta Barat.

“Lokasi IPAL tiap zona sesuai dengan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 41 tahun 2016 tentang Rencana Induk Pengembangan Prasarana dan Sarana Pengelolaan Air Limbah Domestik,” ungkapnya.

Juaini menyatakan, pemerintah kemungkinan tidak bakal melakukan pembebasan lahan warga di sekitar JSS. Kata dia, dari delapan JSS yang akan dibangun, lokasi JSS induk berada di wilayah Pluit, Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara. “Setahu saya tidak ada pembebasan lahan karena pipa ditanam di bawah tanah dengan kedalaman lima meter lebih,” katanya.

Dia menilai, pembangunan JSS merupakan hal yang mendesak bagi warga Ibu Kota DKI. Selain untuk mengantisipasi ancaman kekeringan saat musim kemarau, pengelolaan air limbah ini juga bisa menjaga ekosistem kali, sungai maupun waduk.

Baru Sepekan Melahirkan, Seorang Ibu Alami Trauma Akibat Rumahnya Terbakar

Penjelasan Kepala BIN Soal Mengapa Penusuk Wiranto Lolos dari Pantauan, Terus Terang Soal Kendala

Warga Menyayangkan Keberadaan Papan Reklame di JPO Instagramable yang Sedang Dibangun Pemkot Bekasi

Selama ini limbah domestik cenderung langsung dibuang ke saluran warga, sehingga berpotensi merusak lingkungan kali, sungai ataupun waduk. “Pengelolaan air limbah selama ini baru sekitar 25 persen, makanya kami bangun JSS untuk masyarakat,” jelasnya.

Direktur Utama PD PAL Jaya, Subekti mengakui, jangkauan pengelolaan air limbah oleh lembaganya masih rendah sekitar 11 persen dari total penduduk Jakarta. Konsumen yang terlayani berada di wilayah perkantoran Sudirman Centrel Business District (SCBD), Kawasan Setiabudi, Gatot Subroto, Tebet, Manggarai dan sebagainya.

“Tidak hanya lewat pipa, kami juga melayani pengangkutan air limbah menggunakan truk untuk dikelola di tempat kami di Duri Kosambi dan Pulogebang,” kata Subekti. 

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Agus Himawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved