Berita Video

VIDEO: Polisi Tangkap Penyedia Jasa Pemalsuan SIM, KTP, dan SKCK untuk Daftar Taksi Online

"Satu paket ini dia mendapat keuntungan Rp 800 ribu, si pembuat juga mempublikasikan di Facebook," ungkap Arie di Mapolresta Bandara Soekarno Hatta, T

VIDEO: Polisi Tangkap Penyedia Jasa Pemalsuan SIM, KTP, dan SKCK untuk Daftar Taksi Online
Warta Kota/Zaki Ari Setiawan
Kapolresta Bandara Soekarno Hatta, AKBP Arie Adrian menunjukkan barang bukti SKCK palsu di Mapolresta Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Rabu (9/10/2019). 

Dua orang pelaku yang menawarkan jasa pembuatan dokumen palsu untuk kepentingan pendaftaran taksi online diringkus oleh Polresta Bandara Soekarno Hatta.

Kapolresta Bandara Soekarno Hatta, AKBP Arief Adrian, mengatakan, dokumen yang dapat dipalsukan oleh NF (32) dan HA (33) yakni Kartu Tanda Penduduk (KTP), Surat Izin Pengemudi (SIM), dan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).

Arie menjelaskan, bahwa NF memiliki tugas untuk memalsukan dokumen itu dengan cara menghapus identitas SKCK asli menggunakan cairan bayclin, sementara KTP dan SIM asli dihapus menggunakan amplas.

"Ini dihapus kemudian ditulis kembali dicetak lalu dilaminating, untuk SKCK juga bahannya asli, dia gunakan cairan untuk menghapus tulisannya, isinya saja yang dirubah disesuaikan data pemohon," kata Arie di Mapolresta Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Rabu (9/10/2019).

Bahan baku SIM, KTP, dan SKCK asli itu, kata Arie, didapatkan pelaku dari seorang copet yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

"Dia mendapatkan SIM dan KTP asli dari copet di Jakarta Pusat, dia beli di sana 100 ribu satu lembar baru diapus dan dicetak kembali," tuturnya.

Sementara itu HA, memiliki peran untuk mencari pelanggan yang ingin membuat dokumen SIM, KTP, dan SKCK secara cepat tanpa membutuhkan waktu yang lama.

VIDEO: Sopir Truk Kejar dan Tabrak Perampok di Jalan Tol, Kunci Dibuang Tapi Ada Cadangan

Pelaku Untung Rp 800 Ribu Satu Paketnya

Berdasarkan keterangan Kapolresta Bandara Soekarno Hatta, AKBP Arie Adrian, kedua pelaku ini mendapatkan keuntungan sebesar Rp 800 ribu untuk satu paket dokumen palsu berisi KTP, SIM, dan SKCK.

HA yang berperan mencari pelanggan juga menawarkan jasanya itu lewat media sosial Facebook.

Halaman
12
Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved