Pembunuhan

Tiga Putri Sedarah Sukses Membunuh Ayah Pemerkosa Saat Tidur Pulas di Kursi dengan Tikaman Mematikan

Ayah tersebut merupakan bos mafia Rusia, melaksanakan rencana untuk bebas dari penindasan dan perbuatan keji yang mereka alami, bertahun-tahun.

Tiga Putri Sedarah Sukses Membunuh Ayah Pemerkosa Saat Tidur Pulas di Kursi dengan Tikaman Mematikan
Daily Mail
Gadis-gadis itu menghadapi dakwaan pembunuhan dalam kasus besar di Rusia atas pembunuhan 'ayah pedofil mereka yang mengendalikan' Mikhail Khachaturyan (57), yang 'menyiksa dan melecehkan' mereka bertahun-tahun. 

"Lalu, kami berkata - mari kita coba, kita haris berani ambil risiko," kata Angelina.

"Dan, kami bertanya kepada kakak perempuan tertua kami, jadi, dia membantu kami dan menyemprotkan semprotan merica kepada dia."

"Aku di sebelah kiri, Maria di sebelah kanan."

"Dia yang pertama-tama menikamnya dengan pisau."

"Dia bangun."

"Lalu, aku pukul dia dengan palu."

"Dua kali."

"Lalu, dia datang dan menarik diri, bertanya, apa yang terjadi?"

Seorang detektif bertanya:

"Dia tidak mengerti apa yang sedang terjadi?"

Angelina mengangguk.

Maria Khachaturyan berbicara, selama video polisi di tempat kejadian.

Angelina dibiarkan oleh petugas polisi dalam kondisi diborgol.

Dia mengatakan klaim bahwa saudara perempuan tertua telah mendesak saudara-saudaranya untuk tidak membunuh pelaku.

Meski demikian, beberapa kerabat bos mafia itu mengklaim ayah mereka bukan monster yang mereka klaim sebagai orang baik.

Dalam audio yang bocor dari panggilan 999, Maria mengatakan bahwa ayahnya "di bawah pengaruh obat-obatan" ketika dia terbunuh.

"Dia punya pil penenang, tapi dia banyak minum," katanya.

Berpura-pura menjadi salah satu dari kakak perempuannya yang sedang melakukan panggilan darurat, Maria ditanya:

"Dia menyerangmu dengan pisau?"

"Ya," dia menjawab dengan terisak.

Operator layanan darurat bertanya:

"Dan, siapa di antara kamu yang menikamnya?"

"Aku," serunya.

Dalam kesaksian lain, Maria berkata:

"Kami mendekati dari belakang dan menyerang.

"Serentak."

"Aku menusuk lehernya dari belakang."

"Dari samping, Angelina memukulnya dengan palu, beberapa kali di kepalanya."

"Sepertinya, aku menusuk lehernya dua kali dan Angelina memukulnya dua kali dengan palu."

Mikhail Khachaturyan ditikam sampai mati di Moskow oleh tiga putrinya, tahun lalu, dan yang mengecewakan para ahli psikiatris dan pengacara pembela, ketiganya akan diadili karena pembunuhan.

Angelina mengatakan bahwa dia telah menyiapkan makanan untuk ayah mereka yang bercerai dengan siapa mereka tinggal.

Dalam audio yang bocor dari panggilan 999, Maria, 18, (kanan) mengatakan bahwa ayahnya 'di bawah pengaruh obat-obatan' ketika dia terbunuh.

Gadis-gadis itu menghadapi dakwaan pembunuhan dalam kasus besar di Rusia atas pembunuhan 'ayah pedofil mereka yang mengendalikan' Mikhail Khachaturyan (57), yang 'menyiksa dan melecehkan' mereka bertahun-tahun.
Gadis-gadis itu menghadapi dakwaan pembunuhan dalam kasus besar di Rusia atas pembunuhan 'ayah pedofil mereka yang mengendalikan' Mikhail Khachaturyan (57), yang 'menyiksa dan melecehkan' mereka bertahun-tahun. (Daily Mail)

Dua dari tiga, Krestina dan Angelina (foto), bisa dipenjara selama delapan hingga 20 tahun

“Dia segera berdiri."

"Suka melompat."

"Dia mengatakan sesuatu yang tidak jelas, perkataan seperti, aku perlu mencuci muka'."

Kemudian dia ditemukan telah ditikam di jantung dengan sebilah pisau berburu.

Angelina juga mengungkap klaim bahwa saudari tertua telah mendesak keduanya untuk tidak membunuh.

'Krestina berusaha membujuk kita, memohon:' Jangan lakukan ini," katanya.

Kasus yang mengejutkan telah membuat Rusia terpaku di tengah-tengah pembelaan, mereka mengklaim bahwa kakak beradik telah disiksa dan diperkosa oleh ayah mereka sendiri, sehingga mereka tidak dapat bertanggung jawab atas tindakan mereka.

Beberapa kerabat mengatakan klaim, ayah mereka bukan raksasa buta ijo yang suka memangsa anak-anak seperti yang mereka klaim.

Dua dari tiga pelaku, Krestina dan Angelina, bisa dipenjara antara delapan dan 20 tahun.

Sebuah pengadilan telah memutuskan bahwa Maria, yang sekarang berusia 18 tahun, tidak memahami tindakannya ketika dia menjadi bagian dari konspirasi 'kelompok' yang diduga membunuh ayah 'bos mafia' mereka.

Akibatnya, Maria tidak akan menghadapi hukuman penjara terlepas dari putusan.

Setelah serangan itu, Maria mengakui: 'Kami semua takut.

“Sepertinya, Krestina memeriksa nadinya."

"Aku memanggil ambulans dan polisi."

Pengacara pembela mendesak agar tuduhan pembunuhan dijatuhkan terhadap semua kakak beradik itu atau dimitigasi dengan mengelompokkan kembali kasus tersebut sebagai penyebab kematian dengan 'membela diri'.

Penulis: Gede Moenanto
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved