Pembunuh Sopir Angkot di Depok Digerendel Borgol dan Disoraki Warga Saat Jalani Pra Rekonstruksi

Berdasarkan rekonstruksi, Heru menusuk Jimi secara spontan lantaran saat itu pelaku didatangi korban dengan kondisi marah.

Pembunuh Sopir Angkot di Depok Digerendel Borgol dan Disoraki Warga Saat Jalani Pra Rekonstruksi
Warta Kota/Vini Rizki Amelia
Heru Saputra (34) menjalani 14 adegan pembunuhan terhadap Jimi Wijaya, sopir angkot, dalam rekonstruksi yang digelar di Tempat Kejadian Perkara, Palsigunung, Tugu, Cimanggis, Depok, Rabu (9/10/2019). 

Dalam keadaan kedua tangan digerendel borgol, Heru Saputra (34), pelaku pembunuhan Jimi Wijaya (32), sopir angkot, disoraki warga saat menjalani pra rekonstruksi di lokasi kejadian di area Palsigunung, Cimanggis, Depok, Rabu (9/10/2019).

Heru yang datang ke lokasi kejadian dengan dikawal Tim Jaguar Polresta Depok ini ternyata teman Jimi yang sama-sama sopir angkot.

“Kita gelar pra rekonstruksi hari ini di lokasi. Pelaku menjalankan 14 adegan sesuai dengan BAP (berita acara pemeriksaan--red),” ujar Kapolsek Cimanggis, AKP Bagus Panuntun di lokasi pra rekonstruksi.

Mulai saat pelaku didatangi korban di dalam kamar kos hingga pelaku melarikan diri ke Lenteng Agung bersama teman wanitanya yakni DN.

Pantauan Wartakotalive.com, Heru terlihat santai menjalani adegan demi adegan. Dia memperagakan bagaimana dia didatangi korban hingga terjadi cekcok dan akhirnya pelaku menusuk korban.

Saat pra rekonstruksi digelar, warga sekitar ramai berkerumun. Mereka ingin melihat wajah pelaku pembunuh Jimi.

Berdasarkan rekonstruksi, Heru menusuk Jimi secara spontan lantaran saat itu pelaku didatangi korban dengan kondisi marah.

Jimi diketahui menghampiri pelaku dan mendobrak pintu kos-kosan milik teman pelaku, dimana di dalamnya terdapat pelaku dan DN.

“Pisaunya itu untuk jaga-jaga menurut pengakuan pelaku karena korban datang sudah dalam kondisi emosi,” papar Bagus.

Dalam rekonstruksi, diketahui ternyata Heru turut disaksikan oleh DN.

Setelah ditusuk, korban pergi ke arah pasar guna menghindari pelaku sembari menahan rasa sakit dan cucuran darah akibat tusukan pisau sangkur pelaku.

Sedangkan Heru dan DN meninggalkan kosan dan langsung menuju rumah DN.

“Heru sudah kami amankan tak lama setelah kejadian. Sedangkan D statusnya masih saksi,” kata Bagus.

Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved