Kembangkan Industri Kecil Menengah, Kemenperin Bangun Smart Material Center

Mendukung percepatan pengembangan usaha Industri Kecil dan Menengah, Kemenperin membangun smart material center di Tegal, Jawa Tengah

Kembangkan Industri Kecil Menengah, Kemenperin Bangun Smart Material Center
Warta Kota/Dwi Rizki
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Gati Wibawaningsih dalam Workshop bertajuk Pendalaman Penyiapan SDM Industri dan Peran Indi 4.0 Dalam Penerapan Industri 4.0 di Hotel Mercure, Padang, Sumatera Barat pada Selasa (8/10/2019). 

Mendukung percepatan pengembangan usaha pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM), Kementerian Perindustrian Republik Indonesia membangun smart material center di Tegal, Jawa Tengah.

Kabar baik itu disampaikan oleh Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Gati Wibawaningsih dalam Workshop bertajuk Pendalaman Penyiapan SDM Industri dan Peran Indi 4.0 Dalam Penerapan Industri 4.0 di Hotel Mercure, Padang, Sumatera Barat pada Selasa (8/10/2019).

Skuad Garuda Mendapat Kunjungan dari Mantan Pelatih Timnas Indonesia

Siap Hadapi Bencana Banjir, UPK Badan Air Dinas LH DKI: Sudah Disiagakan Satgas Sebulan Lalu

Batal Bangun 3 Septic Tank di Tanjung Duren, Lurah: Sekarang Jadi 21 Septic Tank

Dalam paparannya, smart material center dibuat untuk mempermudah para IKM dalam memperoleh bahan baku. Selain itu, para IKM pun dapat membeli bahan baku dengan harga yang murah walau tidak membeli secara grosiran.

"Kami kerjasama dengan industri besar sebagai supplier utamanya. Material center ini diharapkan bisa meningkatkan peningkatan produksi IKM. Kalau bahan baku lancar, produksi juga bisa lancar, dan proses penjualan juga lancar. Ini yang bisa meningkatkan daya saing IKM," ungkapnya.

Pilot project yang kini dibangun di Tegal katanya khusus untuk pemenuhan bahan baku otomotif yang akan disuplai ke industri besar. Hal tersebut katanya merupakan bagian dari aksi sosial para pelaku industri besar.

"Jadi di dalam material center ini penjadwalan antara pengiriman barang dan pengambilan bahan baku itu sudah ditentukan. Kemudian harga bahan baku di tingkat distributor juga harusnya sama nama dengan harga di material center, kita harapkan material center ini bisa running tahun 2020," jelasnya.

Dukung Smart Healthy City, Pemkot Depok Optimalkan Sistem Pelayanan Kesehatan Berbasis Online

Awal 169 Unit, 133 Laku Terjual, 5 Gugur, Transaksi Lelang Subaru oleh Bea Cukai Tembus Rp 22 Miliar

Anti Mainstream, Perusahaan Ojol Anyar Ini Berikan Asuransi Bunuh Diri untuk Mitra Pengemudinya

Dalam skema transaksi pada smart material center, para IKM katanya dapat datang ke depo material center atau mengakses aplikasi smart material center lewat smartphone atau desktop. Pembeli katanya dapat dengan mudah memesan bahan baku untuk membuat suatu komponen otomotif.

Bahan baku tersebut kemudian diberikan QR code. QR code itu dijelaskannya digunakan agar memudahkan pembeli mengetahui kapan barang itu datang berapa lama diproses dan setelah jadi berapa jumlah komponen yang dihasilkan. Bahkan sampai ke waktu pengiriman itu katanya tracking produk menjadi lebih mudah.

"Ini lah fungsinya IoT (Internet of Thinks), semua terkoneksi dengan internet menggunakan QR code jadi dia bisa langsung ke IKM ataupun ke material center. Kalau sudah dipesan di material center maka akan dikirim ke IKM dan IKM yang akan membuat," ungkap Gati.

"Lewat sistem, IKM bisa menghitung bahan baku yang dibutuhkan membuat suatu komponen otomotif. Kemudian dibuat bill of (tagihan) materialnya, kemudian setelah pebayaran, bahan bakunya dikirim ke buyer-nya (pembeli) lewat ekspedisi)," jelasnya.

Tawarkan Pembuatan KTP, SIM, dan SKCK, Komplotan Pemalsu Dokumen Diringkus

Sejumlah Kejanggalan Surat Jawaban Baim Wong dan Lucky Perdana atas Penawaran Mediasi Astrid

Dibanderol Mulai Rp 3 Jutaan, Ini Laptop Samsung Chromebook 4 dengan Dua Versi Ukuran Layar

Tidak hanya berbasis teknologi informasi, seluruh transaksi katanya cashless dan paperless. "Controling itu lebih bisa dikendalikan, semua menggunakan IoT, efisiensi dan efektivitas bisa ditingkatkan, produktivitas dan daya saing meningkat. Ini adalah program dari smart material center yang ada di IKM," imbuhnya.

Lebih lanjut dipaparkannya, smart material center dapat beroperasi tanpa subdisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sebab keuntungan dapat diperoleh dari pengiriman bahan baku ke IKM atau mengambil bahan baku dari IKM.

"Alat-alat yang ada di material center ini tentu saja dimodali dari APBN. Running nya tidak, tapi modal awal diperoleh dari APBN dari dana alokasi khusus. Dibangun gedungnya oleh pemerintah melalui dana alokasi khusus, kemudian yang dibantu hanya biaya perawatan dan juga keamanan," tutupnya.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Agus Himawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved