Jakarta Banjir

Jakarta Diguyur Hujan Semalam, Sampah Menumpuk di Kanal Banjir Barat

Imbas dari turunnya hujan yang mengguyur sejumlah wilayah Jakarta membuat beberapa sampah dialiran sungai menumpuk, salah satunya di Kanal Banjir Bara

Jakarta Diguyur Hujan Semalam, Sampah Menumpuk di Kanal Banjir Barat
Wartakotalive.com/Joko Supriyanto
Beberapa sampah yang terbawa arus pasca hujan semalam memenuhi permukaan air Kanal Banjir Barat, Jakarta Barat. 

TAMBORA, WARTAKOTALIVE.COM -- Imbas dari turunnya hujan yang mengguyur sejumlah wilayah Jakarta membuat beberapa sampah dialiran sungai menumpuk, salah satunya di Kanal Banjir Barat, Jakarta Barat.

Beberapa sampah yang di dominasi batang-batang kayu hingga sampah plastik ini menghiasi permukaan air kali.

Penuhnya sampah-sampah di kali ini membuat petugas berjimbaku untuk membersihkan.

Dengan mengunakan satu alat berat eskavator amvibi dan spider terlihat petugas tengah melakukan pengangkutan sampah, lalu di angkut mengunakan sebuah truk milik Dinas Kebersihan.

Kasatlak UPK Badan Air Jakarta Barat, Hariyanto mengatakan meningkatnya volume air pasca hujan semalam di wilayah Bogor dan Jakarta membuat sampah terbawa arus.

Sampah yang ada lebih banyak sampah ranting pohon.

"Ada juga sampah yang saat musim kemarau mengendap di bawah kali dan saat musim hujan terbawa, namun mayoritas berasal dari Bogor," kata Hariyanto di lokasi, Rabu (9/10/2019).

Meski sampah-sampah ini sudah tersaring di Pintu Air Manggarai, namun beberapa diantaranya berhasil lolos, sehingga mengalir ke Kanal Banjir Barat tepat di depan Mall Season City.

Sampai Pukul 11.00 WIB, Hariyanto menyebut sampah yang terangkut sudah sebanyak lima tipper besar volume 105 meter kubik dan satu tipper kecil volume 9 meter kubik.

Sampah tersebut kemudian diangkut ke tempat pembuangan sampah sementara Perintis, Jakarta Pusat sebelum dibuang ke TPA Bantargebang.

Hingga saat ini pengangkutan sampah masih di lakukan.

"Jadi total yang terangkut sudah 114 meter kubik sampah, padahal kalau musim kemarau hanya sekitar 10 meter kubik saja satu hari.

"Ini belum semua terangkut saja sudah lebih dari 10 kali lipatnya dibanding musim kemarau," ucapnya. (JOS)

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved