Catatan Ilham Bintang

INILAH Buzzer Istana Sesungguhnya, Terungkap di Acara ILC TVOne

Apa perbedaan buzzer dan influencer? Siapakah buzzer istana sesungguhnya? Benarkah Buzzer Istana ada di ILC?

INILAH Buzzer Istana Sesungguhnya, Terungkap di Acara ILC TVOne
Ilham Bintang untuk Wartakotalive.com
Diskusi ILC mengupas seputar buzzer. Ketua Dewan Kehormatan PWI Ilham Bintang mengungkap siapa buzzer istana sesungguhnya. Ilham Bintang berfoto bersama Menkominfo Rudiantara dan Staf Deputi IV Kepala Sekretariat Presiden, Ali Mochtar Ngabalin. 

Bukan hanya Teddy, bahkan Ngabalin pun tampaknya tidak tahu, wartawan bekerja dengan berpegangg pada kode etik jurnalistik. Itulah konsep operasional moral wartawan.

Menyalahi kode etik, tamatlah riwayat wartawan. Sebab itu menjadi martabatnya. Melanggar kode etik jurnalistik bagi media seperti Tempo itu sama dengan bunuh diri. Lebih berat dibandingkan melanggar hukum.

Inilah Buzzer Istana Sesungguhnya

Memang tidak ada pembicara segarang Ali Mochtar Ngabalin mempersoalkan Tempo malam itu. Secara terbuka dia menyerang Tempo dengan kata-kata amat kasar untuk dilakukan pejabat negara seperti dia.

Pakai cara intimidasi dan kata terkutuk segala untuk Tempo.

Karni Ilyas berkali- kali menegurnya. Tapi tak mempan.

Berulangkali dia menyatakan dirinya sebagai “abdi dalem” Presiden Jokowi dan oleh karena sangat terluka “junjungannya” ditampilkan dalam cover Pinokio.

Saya sebenarnya tak cuma kenal, tetapi cukup bersahabat dengan Ngabalin. Saya menyayangkan cara dia seperti banteng terluka menyampaikan keberatan. Seperti menutup mata terhadap aturan berurusan dengan media. Mestinya teks lawan teks, bukan teks dilawan intimidasi dan kutukan.

Budi menginformasi pernyataan saya. Sampai malam itu, belum ada surat pernyataan keberatan dari pihak Istana soal cover Tempo tersebut.

Tapi ini juga tak dihiraukan Ngabalin. “Buat apa lagi, orang sudah babak belur, kok,“ sahut dia.

“Tidak mengadu, bukan berarti tidak keberatan, “ sambung dia lagi menanggapi saya.

Rabu (9/10), pagi saya coba putar ulang rekaman video acara ILC. Para pembaca pun boleh lihat juga di saluran youtube secara lengkap.

Anda bisa lihat aksi Ngabalin yang begitu agresif mengagitasi publik. Seringkali menyerobot kesempatan berbicara pembicara lain.

Dia mendemonstrasikan politik “belah bambu”. Yang satu (pihak Presiden Jokowi) diangkat setinggi langit, sedangkan Budi Setyarso yang mewakili Tempo, “diinjak” habis sampai rata dengan tanah.

Dari adegan itu kita bisa simpulkan itulah Buzzer Istana sesungguhnya. Kenapa kita repot-repot mencarinya selama empat jam diskusi ILC?

Sebagai pejabat negara (yang masih aktif sampai nanti 19 Oktober menurut dia) rasanya sangat tidak etis Ngabalin mempertontonkan gaya otoriter di saat mencoba meyakinkan publik mengenai gaya egaliter Presiden Jokowi. Paradoksal.

Paradoks Ngabalin ini bukan hanya tidak etis, tetapi cukup memenuhi unsur pidana yang diatur dalam UU ITE. Mengintimidasi dan memperkusi lawan debat, ditambah pula dengan sumpah terkutuk.

Tetapi sampai tulisan ini diturunkan tidak ada informasi apakah pihak Tempo akan menyoal secara hukum. Mudah-mudahan tidak. Sebab Ngabalin kawan saya juga.

Simak komentar Ilham Bintang dalam video berikut ini.

Catatan: Catatan Ilham Bintang adalah opini pribadi penulis yang membahas satu peristiwa atau fenomena.

Editor: Suprapto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved