Catatan Ilham Bintang

INILAH Buzzer Istana Sesungguhnya, Terungkap di Acara ILC TVOne

Apa perbedaan buzzer dan influencer? Siapakah buzzer istana sesungguhnya? Benarkah Buzzer Istana ada di ILC?

INILAH Buzzer Istana Sesungguhnya, Terungkap di Acara ILC TVOne
Ilham Bintang untuk Wartakotalive.com
Diskusi ILC mengupas seputar buzzer. Ketua Dewan Kehormatan PWI Ilham Bintang mengungkap siapa buzzer istana sesungguhnya. Ilham Bintang berfoto bersama Menkominfo Rudiantara dan Staf Deputi IV Kepala Sekretariat Presiden, Ali Mochtar Ngabalin. 

Sikap beberapa media pers yang belakangan (kalau tak mau disebut berbalik) menunjukkan sikap kritis kepada Presiden Jokowi ikut menambah tajam perseteruan.

Pembela Jokowi pun terang-terangan menunjukkan kemarahan kepada pihak Majalah Tempo yang dalam tiga edisi terakhir menyajikan coverstory tentang Presiden. Gambar sampulnya dari “Pinokio “ hingga yang terbaru pose Jokowi tanpa kedudukan.

Di sinilah kejelian Karni Ilyas, Pemimpin Redaksi TVOne merangkap host ILC, yang mengangkat topik hangat itu. Pembicara diundang dari pihak yang berseteru, sama jumlahnya kedua pihak, dan sama pula kesempatan dan durasinya bicara.

Ada Ustaz Haikal Hasan, dari Istana Ali Mochtar Ngabalin, pegiat medsos Eko Khuntadi. Ada pula beberapa wakil partai Dahniel Azhar, Tsamara Amani. Dari Partai Berkarya, Vasco, Teddy Gusnadi dari PKPI, dan Arya Sinulingga. Juga saya, Ketua Dewan Kehormatan PWI Ilham Bintang.

Pakar media sosial Drone Emprit Ismail Helmy, jadi pembicara awal malam itu. Dia mengurai pengertian atau perbedaan influenser dan buzzer, nitizen dan istilah-istilah teknis khas media sosial.

Beruntung saya mendapat giliran terakhir berbicara, sebelum Menkominfo Rudiantara yang menjadi penutup ILC yang malam itu tayang hingga lewat malam.

Dengan begitu saya bisa menyimak silang pendapat antarpembicara dari dua kubu. Tidak ada kejelasan hingga akhir, debat sarat dengan saling lontar tuduhan. Cukup berimbang.

Yang sengsara malam itu Budi Setyarso, pemred Koran Tempo. Ia diperlakukan seperti pesakitan dari para pegiat media sosial. Sikap redaksional Tempo yang menyoal buzzer mengganggu demokrasi, direspons dengan sikap frontal penggiat medsos. Budi dicecar untuk membuka sumber berita yang membuat Tempo mengambil kesimpulan ada Buzzer Istana.

Budi makin terjepit oleh keberatan Ali Mochtar Ngabalin. Staf Deputi IV Kepala Sekretariat Presiden menyoal cover-cover Majalah Tempo yang menampilkan Jokowi. Terutama, cover gambar Pinokio.

Tibalah giliran saya bicara. Jam sudah menunjukkan pukul 23.30. Karni Ilyas membagi durasi 30 menit untuk tiga pembicara yang tersisa: saya, Daniel dan Rudiantara. Sehingga saya harus mengatur bicara poinnya saja.

Halaman
1234
Editor: Suprapto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved