Bunuh Diri

Siswa SD Bunuh Diri Tinggalkan Surat, Polres Temanggung Selidiki Keaslian Surat Berbahasa Jawa itu

"Intinya penyelidikan belum selesai, masih uji labfor untuk sampel tulisan tangan korban, termasuk minta sampel tulisan tangan korban ke sekolah

Siswa SD Bunuh Diri Tinggalkan Surat, Polres Temanggung Selidiki Keaslian Surat Berbahasa Jawa itu
Antara
Ilustrasi bunuh diri 

Kepolisian Resor Temanggung menyelidiki tulisan tangan siswa SD warga Kelurahan Butuh, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, berinisial HAN (12) yang meninggal dengan gantung diri.

"Penyelidikan terhadap tulisan tangan korban tersebut untuk mengetahui benar tidaknya tulisan tangan di selembar kertas yang diduga pesan terakhir korban," kata Kasat Reskrim Polres Temanggung AKP M. Alfan Armin di Temanggung, Selasa.

Seperti diketahui korban diduga meninggalkan pesan terakhir berupa tulisan tangan di secarik kertas dalam bahasa Jawa.

Polisi Tetapkan 91 Orang Tersangka Kasus Judi di Apartemen Robinson

Dinas Citata DKI Jakarta Ungkap Perbaikan Rumah Dinas Gubernur DKI Dinilai Sebagai Hal yang Mendesak

VIDEO: Kunker ke Singapura, Presiden Jokowi Akan Temui PM Lee, Ini yang Dibahas

Tulisan tersebut berbunyi: "Yowes nek pancen Bokde ora kenal karo aku tak ngendat alias mati nang buri omah, seko Pinjol (kalau Bude tidak mengenal saya, saya mau bunuh diri dengan cara menggantung di belakang rumah, dari Pinjol)."

Bocah SD Bunuh Diri di Temanggung tinggalkan surat dalam bahasa Jawa
Bocah SD Bunuh Diri di Temanggung tinggalkan surat dalam bahasa Jawa (Capture @officialinews)

"Intinya penyelidikan belum selesai, masih uji labfor untuk sampel tulisan tangan korban, termasuk dari sekolah untuk minta sampel tulisan tangan korban di sekolah.

Kunjungi Pengungsi, Ini 5 Langkah Mensos Wujudkan Wamena Bangkit

 

Nanti diuji benar atau tidak tulisan tangan yang diduga surat pesan terakhir dari korban tersebut yang ditinggalkan di rumah budenya," kata AKP M. Alfan Armin seperti dikutip Antara .

Hasil autopsi terhadap korban, kata dia, ditemukannya adanya bekas gantung pada leher korban yang mengakibatkan gangguan pertukaran pernapasan menyebabkan mati lemas.

"Berdasarkan hasil autopsi dan visum luar tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan," katanya.

Gubernur Anies Baswedan Berduka, Ikut Antarkan Bibinya di TPU Pondok Kelapa Jakarta Timur

Alfan Armin menegaskan bahwa polisi melakukan penyelidikan, pendalaman di sekitar lingkungan, dan uji labfor tulisan diduga pesan terakhir korban.

Ia menyampaikan surat diduga pesan terakhir dari korban tersebut ditemukan di rumah bude korban.

Halaman
123
Editor: Wito Karyono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved