Berita Depok

Polisi Benarkan Sopir Angkot yang Dibunuh di Depok Akibat Cinta Segitiga

"Tersangka (Heru) mengakui ada masalah pribadi khususnya yaitu masalah asmara. Antara mereka bertiga (Jimi, Heru, dan Desi)," ujar Kapolresta Depok

Polisi Benarkan Sopir Angkot yang Dibunuh di Depok Akibat Cinta Segitiga
Warta Kota
Kapolresta Depok, AKBP Azis Andriansyah saat merilis kasus pembunuhan sopir angkot di Halaman Mapolresta Depok, Jalan Margonda Raya, Pancoran Mas, Depok, Selasa (8/10/2019). 

Kasus pembunuhan yang menewaskan Jimi Wijaya (32) di Pasar Palsigunung atau Pal, Cimanggis, Depok, Senin (7/10/2019) pagi.

Nyatanya memang dilatar belakangi kisah asmara sebagai motif dibalik kenekatan Heru Saputra (34) membunuh rekannya sesama sopir angkot 112, Jurusan Kampung Rambutan-Depok.

"Tersangka (Heru) mengakui ada masalah pribadi khususnya yaitu masalah asmara. Antara mereka bertiga (Jimi, Heru, dan Desi)," ujar Kapolresta Depok AKBP Azis Andriansyah di Mapolresta Depok, Selasa (8/10/2019).

VIDEO: Warga Cisauk Tangerang Geram Diberi Janji Janji Pengembang Perumahan

Azis mengatakan, awalnya korban mendatangi kos-kosan salah seorang teman pelaku.

Setelah didobrak, korban melihat pelaku sedang bersama wanita yang dikatakan pelaku bahwa korban menyukai wanita tersebut.

"Dia (korban) ingin mengingatkan untuk memulangkan wanita tersebut. Wanita itu memang tinggal bersama pelaku. Tapi ternyata korban suka dengan pacar pelaku namun berdalih mengingatkan," papar Azis.

Tak terima dengan sikap korban yang mendobrak pintu kosan, pelaku lantas mengeluarkan pisau sangkur.

Sebelum menusukan pisau ke dada kiri korban, keduanya sempat terlibat cekcok mulut sampai akhirnya nekat menancapkan pisau tersebut.

"Korban ditusuk di titik vital organ tubuh korban dan lari sambil merasa kesakitan dan mengeluarkan darah. Karena kehabisan darah korban akhirnya meninggal dunia," tutur Azis.

Terkait kasus ini, Azis mengatakan pihaknya telah memeriksa empat saksi.

Yakni seorang wanita dan pelaku, untuk memertanggung jawabkan perbuatannya, Heru diancam Pasal 351 KUHP ayat 3 yaitu penganiyaan yang menyebabkan kematian dan 388 KUHP dengan ancaman 15 tahun.

"Kita juga memeriksa saksi lainya yaitu teman kos yang menjadi saksi utama," papar Azis.

Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved