10.000 Karyawan HSBC Bakal Di-PHK, Terutama Karyawan Bergaji Tinggi, Apa Sebabnya?

"Kami sudah tahu selama bertahun-tahun, kami perlu untuk melakukan sesuatu terkait dengan pengeluaran, komponen terbesar dari itu adalah manusia

10.000 Karyawan HSBC Bakal Di-PHK, Terutama Karyawan Bergaji Tinggi, Apa Sebabnya?
SHUTTERSTOCK/Willy Barton
Ilustrasi HSBC. 

HSBC berencana melakukan pemutusan hubungan kerja ( PHK) kepada 10.000 karyawannya sebagai langkah efisiensi setelah sebelumnya telah memberhentikan kepala eksekutifnya.

Pemangkasan jumlah karyawan tersebut sebagian besar akan berlaku kepada karyawan dengan gaji tinggi sekaligus membuat jumlah tenaga kerja global merosot hingga 4 persen.

Berdasarkan hasil laporan Financial Times yang dikutip dari The Guardian, bank yang berpusat di Inggris tersebut kini tengah bergulat dengan merosotnya tingkat suku bungam Brexit, juga perang tarif di pasar perdagangan internasional.

Isu PHK Massal Karyawan Net TV, Manajemen Akui Sudah Puluhan Karyawan Mengundurkan Diri

Hidup Hanya Sekali, Barbie Kumalasari Habiskan Rp 200 Juta Untuk Perawatan Kecantikan

Persija Putri Kelelahan Bermain 2 Hari Berturut-turut

Namun demikian HSBC belum memberikan tanggapan.

 "Kami sudah tahu selama bertahun-tahun, kami perlu untuk melakukan sesuatu terkait dengan pengeluaran, komponen terbesar dari itu adalah manusia, dan kami saat ini telah memahami itu," ujar sumber Financial Times yang tidak disebut namanya.

Pemangkasan tersebut akan dilakukan di beberapa kantor HSBC di Eropa.

Jumlah karyawan yang dipangkas pun tidak proporsional di tiap negara.

Pasalnya, operasional HSBC di Eropa tidak memberikan imbal hasil yang lebih baik jika dibandingkan dengan di Asia.

Jika Dipo Latief Ingin Bertemu Anak, Nikita Mirzani: Bisa Kok, Tapi di Instagram!

Eropa menjadi satu-satunya wilayah yang mencatat kerugian, mencapai 520 juta poundsterling di paruh pertama tahun ini.

"Ada beberapa pemodelan yang sangat sulit terjadi. Kami bertanya mengapa kami memiliki begitu banyak orang di Eropa ketika kami mendapatkan pertumbuhan dua digit di beberapa bagian Asia," kata sumber Financial Times tersebut.

Halaman
123
Editor: Wito Karyono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved