Sejumlah Kabel Menjuntai Seleher Orang Dewasa Oleh Warga Diikat dan Disangkutkan di Atap Toko

“Bisa langsung di 123 saja. Jadi kalau kabel yang melilit itu punya PLN, kalau bulat bukan,” tutur Bernanto.

Sejumlah Kabel Menjuntai Seleher Orang Dewasa Oleh Warga Diikat dan Disangkutkan di Atap Toko
Warta Kota/Zaki Ari Setiawan
Kabel semrawut di Tangerang sangat memprihatinkan dan membahayakan pengguna jalan. 

Kondisi kabel yang melintang di Jalan Teuku Umar dan Jalan Imam Bonjol, Karawaci, Kota Tangerang, sangat memprihatinkan sekaligus membahayakan.

Pantauan Warta Kota, Senin (7/10/2019), banyak kabel yang saling menumpuk tidak beraturan hingga menjuntai rendah setinggi leher orang dewasa.

Bahkan seorang pedagang batu hias di dekat jembatan Karawaci harus membenahi kabel yang menggantung di depan tokonya lantaran dipandang membahayakan.

“Saya inisiatif aja iket biar nggak turun ke bawah kabelnya, karena kalau enggak dibegitukan bisa gantung rendah setinggi leher manusia,” ungkap Idhom (44) ditemui Wartakotalive.com di tokonya.

Untuk membantu lalu lalang orang yang ingin keluar masuk tokonya, oleh Idhom, kabel-kabel yang belum diketahui siapa pihak pengelolanya itu diikat di tiang kayu tokonya.

Menurutnya, keberadaan kondisi kabel di sekitar tempatnya itu sudah lama seperti itu. Bahkan kondisinya makin semrawut.

“Kalau yang turun sampai rendah banget itu sudah lama, seingat saya setelah hujan. Emang banyak kabel yang berantakan begitu, mengerikan juga sih” tuturnya.

Warga lainnya, Haris (28), berharap adanya tanggung jawab dari pemasang kabel untuk segera membenahinya sehingga tidak mengkhawatirkan masyarakat.

“Kalau kita kan takutnya ini bisa makin parah kondisi kabel-kabelnya, bahaya juga untuk orang atau kendaraan lewat,” ungkap Haris.

Telepon 123

Sementara, Humas Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Banten, Bernanto, mengatakan warga dapat melaporkannya jika menemukan kabel -kabel yang melintang terlalu rendah.

Kendati demikian, harus diketahui juga penanggung jawab kabel-kabel yang melintang itu lantaran tidak senuanya dikelola oleh PLN.

“Bisa langsung di 123 saja. Jadi kalau kabel yang melilit itu punya PLN, kalau bulat bukan,” tutur Bernanto.

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved